Hari Ini Kota Solok Masuki Fase New Normal

260
solok
Wali Kota Solok, Zul Elfian ikuti Video Conference
Solok,SuhaNews – Kota Solok akan memulai tatanan kehidupan baru produktif dan aman Covid-19 Senin (8/6/2020) ini. Karena itu, Wali Kota Solok Zul Elfian berharap ASN yang bolak-balik Padang-Solok untuk sementara bekerja di Kantor Gubernur. 

‘Kita berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk sementara mempekerjakan para ASN Kota Solok yang menetap di Padang di kantor gubernur,” ujar Walikota Solok, H. Zul Elfian saat mengikuti Video Conference (Vicon)  Penerapan Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19 Provinsi Sumatera Barat, di E-Gov Monitoring Room Balaikota Solok, Minggu (7/6/2020).

Kita khawatir, jelas Zul Elfian, ASN Kota Solok yang berdomisili di Kota Padang menjadi penyebab penyebaran Covid-19 bagi Kota Solok. Karena itulah, untuk sementara mereka diharapkan bisa bekerja di Padang, agar tidak ada kasus positif baru di Kota Solok.

Kota Solok bersama 15 kota/kabupaten lainnya di Sumatera Barat memulai tatanan kehidupan baru produktif dan aman Covid-19 Senin (8/6/2020) ini. Sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19, Pemerintah Kota Solok menitipkan ASNnya yang berdomisili di Kota Padang kepada Gubernur Sumatera Barat.

Keinginan itu belum bisa dipastikan oleh Gubernur Irwan Prayitno. Gubernur Sumatera Barat akan membahas dengan Asisten III Provinsi Sumbar, apakah memungkinkan atau tidak.

“Kita harus menghindari impor kasus melalui oleh ASN sebagai penyebab  positif Covid-19 bagi daerah lain,” kata Irwan Prayitno.

Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19, jelas Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, akan menjadi keniscayaan yang harus kita hadapi, baik cepat maupun lambat.

“Penjagaan di perbatasan dan pintu masuk Sumbar dari darat, laut dan udara akan diperpanjang sampai 28 Juni 2020,” jelas Irwan Prayitno.

solokKetika Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19 diberlakukan, jelas Gubernur, pastikan para pelakunya negatif Covid-19, seperti pariwisata, pasar, pendidikan, dan seluruh bidang lainnya.

Bupati/Wali Kota  diminta menggerakkan masyarakat sampai ke tingkat terbawah. Karena keterlibatan RW dan RT sangat dibutuhkan agar menyiapkan diri masyarakat untuk menerapkan Protokol Kesehatan dalam menjalani tatanan kehidupan baru produktif dan aman Covid-19 ini.

“Bupati/wako membentuk aturan tegas dalam membentuk masyarakat agar disiplin Protokol Kesehatan Covid-19,” tegasnya.

Sementara, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc menyebutkan, Kasus positif PDP di Sumbar sangat rendah, namun ODP dan OTG positif yang banyak.

Jumlah pemeriksaan di Sumbar sampai saat ini 0,43% dari jumlah penduduk, sedangkan data nasional jumlah pemeriksaan baru pada angka 0,084%.

“Pemeriksaan di Sumbar hampir menyerupai pemeriksaan di Korea Selatan,” jelas Andani Eka Putra.

Adapun tiga pilar utama menuju new normal ialah epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, serta pelayanan kesehatan.

“Hal yang paling difokuskan saat ini adalah kapan kita akan sampai pada fase erupsi, dan bisakah kita memutus mata rantai sebelum erupsi. Fase erupsi itu akan terjadi apabila orang positif Covid-19 bebas berkeliaran. Untuk itu, langkah antisipasi kita di Provinsi Sumatera Barat sudah cukup baik,” tegas Dr.Andani.

Masalah utama Covid-19 bukan pada tingginya angka kematian, namun pada penyebaran yang sangat cepat dan tidak bisa dikendalikan. Kita di Sumatera Barat sudah bisa dikatakan dapat mengendalikan Covid-19 dengan baik.

“InsyaAllah Sumatera Barat  bisa memasuki fase Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19,” ujar .Dr.Andani.

Tatanan Kehidupan Baru Produktif dan Aman Covid-19 yang mulai berlaku Senin 8 Juni 2020 di 16 kabupaten/kota. Sementara Kota Padang akan memulai pada  12 Juni 2020, dan Kabupaten Kepulauan Mentawai rencananya pada 21 Juni 2020.

Reporter: Mindok      Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...