Idul Adha 1441 H, Salat Berjamaah dan Pemotongan Hewan Kurban Dibolehkan

idul adha
Arosuka, SuhaNews – Bupati Solok mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 451/169/Kesra – 2020 tentang pelaksanaan Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 H/2020 M, untuk dipedomani oleh para pengurus masjid/musala serta masyarakat.

“Takbiran Idul Adha dilaksanakan di Masjid/Musala dengan menerapkan protokol kesehatan; takbiran Idul Adha 1441 H/2020 M tingkat Kabupaten Solok dilaksanakan di Masjid Agung Nurul Mukhlisin Islamic Centre Kabupaten Solok,” tulis Bupati Solok, H. Gusmal dalam edaran ini.

Kemudian Pelaksanaan shalat Idul Adha tahun 1441 H/2020 M dilaksanakan pada hari Jumat 31 Juli 2020; Penyelenggaraan shalat Idul Adha tahun 1441 H/2020 M dapat dilaksanakan pada daerah yang dianggap aman dan boleh diselenggarakan di masjid/musala dengan mengikuti ketentuan yang sudah diedarkan.

idul adha
Bupati Solok, H. Gusmal

Adapaun ketentuan yang harus dipatuhi melliputi:

1) menyiapkan petugas untuk melakukan dan mengawasi penerapan protokol kesehatan.

2) melakukan pembersihan dan disenfeksi

3) membatasi jumlah pintu/jalur masuk tempat pelaksanaan guna memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan

4) menyediakan fasilitas cuci tangan/sabun/hand sanitizer di pintu masuk/keluar

5) menyediakan alat ukur suhu tubuh

6) menerapkan pembatasan jarak dengan  tanda khusus minimal 1 meter

7) mempersingkat pelaksanaan shalat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan syarat dan rukunnya

8) Tidak mengedarkan kotak infak dengan cara menggeser antar jama‘ah

9) Penyelenggara memberikan himbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan shalat Idul Adha,

Dalam Surat Edaran ini, Bupati Solok juga mengingatkan tata cara penyembelihan hean kurban, yakni:

  1. Kegiatan Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2020 (setelah shalat Idul Adha) sampai dengan tanggal 3 Agustus 2020 (sebelum magrib)
  2. Penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :

# Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), meliputi :

– pemotongan hewan kurban dilakukan di area penerapan jarak fisik;

– penyelenggara mengatur kepadatan di lokasi penyembelihan, hanya dihadiri oleh panitia dan pihak berkurban;

– pengaturan jarak antar panitia pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging;

– pendistribusian daging hewan kurban oleh panitia dan dijemput oleh yang berhak dengan wajib menggunakan masker;

# Penerapan kebersihan personal panitia, meliputi :

– melakukan pengukuran suhu tubuh di setiap pintu/jalur masuk

– panitia yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging, tulang serta jeroan harus dibedakan

– setiap panitia yang melakukan penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging hewan menggunakan sarung tangan selama di area penyembelihan

– penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para panitia agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer

– panitia menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk/bersin/meludah

– panitia yang berada di area penyembelihan harus segera membersihkan diri (mandi) sebelum bertemu anggota keluarga.

#. Penerapan kebersihan Peralatan penyelenggaraan pemotongan Hewan Kurban

  1. Penyembelihan tidak diperbolehkan memotong hewan Betina Produktif.

“Sebelum melakukan pemotongan (H-1) petugas akan memonitoring kesehatan ternak,” jelas Gusmal melalui Juru Bicaranya Syofiar Syam.

Pengurus atau panitia kurban, jelas Syofiar Syam, diminta menghubungi petugas di Puskeswan Sumani, Muara Panas, Jawi-jawi dan Alahan Panjang. Agar hewan yang akan dipotong bisa diperiksa kesehatannya. Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...