In Memorial alm Buya Afrizal Thaib, Qadarullah Dua Duka di Negara Berbeda bagi seorang Huznul bin Afrizal Thaib
oleh : H Feri Hendria, Pendamping Haji Daerah (PHD) Kloter 14 PDG / Kabag Kesra Setdako Solok
Diamanahkan sebagai Petugas Haji Daerah (2023) merupakan anugerah Allah berupa kemudahan menunaikan rukun Islam kelima, sekaligus melayani jemaah sebagai PHD bukan cuma Kota Solok tapi juga Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunto dan Kota Padang.
Komunikasi dan kebersamaan telah terbangun sejak beberapa waktu jelang keberangkatan melalui manasik maupun pertemuan dengan Petugas penyelengara Ibadah Haji (PPIH), Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu).

Rasa kekeluargaan semakin erat setelah seluruh jemaah yang tergabung dalam Kloter 14 PDG bergabung di asrama haji Tabing bersama PPIH dan PHD, ego kedaerahan mulai dilonggarkan tercipta rasa baru “kebersamaan di kloter 14”, yang diawali dengan pelepasan secara resmi oleh Pemerintah Propinsi yang dihadiri oleh Kepala Daerah masing-masing termasuk Wakil Walikota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, M.Si yang turut melepas jemaah hingga naik bus Damri menuju Bandara Internasional Minangkabau.
Mulai dari asrama haji, penerbangan BIM ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah hingga menginap di hotel membuat jemaah satu sama lain semakin akrab, ditambah lagi banyaknya jemaah lansia yang dibantu jemaah lainnya dalam kloter ini membuat “raso badunsanak” semakin kental.
PPIH dan Pembimbing Ibadah menyarankan jemaah yang tidak masuk kategori Lansia untuk menyelesaikan umrah terlebih dahulu baru kemudian mendampingi jemaah Lansia terutama saat Tawaf dan Sa’i.
Sebagai PHD, penulis dan Sekda Kabupaten Solok H. Syamsurizaldi yang sama-sama diamanahkan menjadi pendamping haji daerahjuga mengikuti saran ini, yang dengan dengan sendirinya hubungan sesama jemaah semakin akrab.
Dari kota Solok sendiri ada beberapa jemaah Lansia yang tergabung dalam Kloter 14 PDG ini baik wanita maupun pria, yang semuanya diperlakukan sama oleh petugas baik di tempat ibadah maupun di hotel.
Hingga selesai puncak ibadah haji, tak ada yang ganjil dalam kloter 14 PDG ini. Kecuali gangguan kesehatan ringan berupa batuk dan pilek sebagai dampak suasana Armuzna. Kabar mengejutakan datang pada Selasa (4/7) satu jemaah atas nama Mukhlis usia 84 tahun meninggal di rumah sakit King Abdul Aziz berasal dari Solok Selatan. Kabar duka ini menyebar dalam group media sosial kloter 14 PDG.
“Innalillahiwainnailaihi rojiun telah berpulang ke rahmatullah Bpk Mukhlis (Usia 84 tahun) Jemaah Haji Solok Selatan jam 01.00 WAS di RS King Abdul Aziz Makkah Al Mukaramah. Saat ini sedang proses pengurusan lebih lanjut oleh Pengurus Kloter PDG/14 ke Kesehatan Haji Indonesia. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang di tinggalkan ridha dan sabar,” demikian pesan yang sampai di group WA jemaah dan petugas kloter 14.
PPIH Kloter bersama PPIH Daker Mekkah dan pengurus Maktab 56 mengurus adminsitrasi hingga pemakaman jemaah yang telah berusia 84 tahun tersebut, sementara jemaah bertahlil dan melafazkan doa untuk almarhum.

Selang lima hari kemudian, duka kembali menyapa Kloter 14 PDG,H. Muhammad Najib Said usia 69 tahun asal kota Solok wafat di KKHI Makkah, Minggu (09/07) pukul 17.30 Waktu Arab Saudi.
“Innalillahiwainnailaihi rojiun telah berpulang ke rahmatullah Bpk Muhammad Najib Said (Usia 69 tahun) Jemaah Haji Kota Solok jam 17.30 WAS di KKHI Makkah Al Mukaramah. Saat ini sedang proses pengurusan lebih lanjut oleh Pengurus Kloter PDG/14 ke Kesehatan Haji Indonesia. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang di tinggalkan ridha dan sabar Aamiin…🤲” begitu punyi pesan di group jemaah kala itu
Selain sama-sama dari Kota Solok, almarhum juga mertua dari sahabat penulis. Ikatan ini membuat kami lebih dekat selamat mengikuti perjalanan ibadah haji ini. Kepergian beliau juga menjadi duka bagi penulis dan jemaah lainnya.
Sebagai Pendamping Haji Daeah, penulis dan lima orang lainnya mendampingi almarhum sejak dibawa ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) hingga rumah sakit, memastikan beliau telah tiada bersama Ketua Kloter dan Dokter Kloter hingga penyelenggaraan jenazah sampai pemakaman diikuti bersama PPIH.
Selain mengurus administrasi bersama Ketua Kloter dan Pembimbing Ibadah, penulis juga berkomunukasi dengan Walikota Solok, Wakil Walikota selaku kepala daerah dan ahli bait almarhum diantaranya menantu beliau Fajar, yang juga sahabat penulis.
“Semoga petugas mengizinkan kita video call dengan keluarga almarhum di tanah air, ini terakhir kalinya mereka melihat wajah orang yang dicintai,” ucap H. Bustami Ketua Kloter 14 PDG saat di KKHI.
Tak mudah untuk meyakinkan petugas bisa mendokumentasikan jenazah hingga ikut menyelenggarakan, apalagi melakukan video call dengan keluarga almarhum di Tanah Air.
Dari KKHI jenazah di bawa ke rumah sakit Nur Makkah, salah satu rumah sakit milik pemerintah Arab Saudi, berangkat selepas Magrib menuju RS Nur yang berjarak 15 menit perjalanan dari KKHI.
Proses di rumah sakit berlangsung lebih kurang 2 jam, Ketua Kloter bersama pengurus Maktab 56 dan dokter kloter mengurus administrasi dan verifikasi jenazah ke pemerintah Arab Saudi melalui RS. Nur Makkah ini.
Sembari menunggu, penulis selaku PHD bersama Perwakilan M aktab, Wahyuddindan dan perwakilan jemaah H. Arman Yunus dan H.Dasril Johan Adam diperbolehkan melihat jenazah dan dengan izin petugas rumah sakit serta diizinkan video call dengan keluarga almarhum di tanah air.
Isak tangis dan deraian air mata dari istri almarhum Hj. Jusna, anak dan cucu almarhum silih berganti muncul di layar hape saat video call sebelum proses penyelenggaraan jenazah. Tanpa terasa air mata ikut menitik merasakan apa yang dirasakan oleh alhlul bait H. Muhammad Najib Said ini.
Meski terbata disertai isak, mereka melapazkan doa untuk almarhum sembari memanggil dan menatap wajah almarhum yang terbujur kaku di dipan rumah sakit.
Dari RS Nur Makkah, jenazah kembali dinaikan ke ambulan untuk dibawa ke tempat penyelenggaraan di Iskan. Disini jenazah dimandikan dan dikafankan sebelum disolatkan yang lokasinya ada dua yakni masjid Tauhid dan Masjidil Haram. Keluarga almarhum di Tanah Air meminta jenazah disolatkan di Masjidil Haram.
Dalam kesempatan tersebut kami memohon pada petugas di rumah sakit untuk diizinkan mendampingi jenazah hingga ke pemakaman. Terbilang sulit karena mereka juga punya SOP dalam pengurusan jenazah, namun akhirnya dibolehkan dengan catatkan tidak boleh membawa kamera atau handphone untuk mengambil dokumentasi.

Kami sepakat menunjuk Husnul yang juga pembimbing dari KBIH Kota Solok yang juga salah satu Ketua Regu (Karu) di Kloter 14 PDG untuk mendampingi jenazah H. Muhammad Najib Said dengan menyertai di mobil ambulan.
Sampai di tempat penyelenggaraan Huznul diberi Alat Pelindung Diri (APD) dan diminta untuk menitipkan handphone saat proses penyelenggaraan jenazah.
Di Iskan inilah kami dapat kepastian, permohonan ahli waris agar jenazah di solatkan di Masjidil Haram dikabulkan pengurus Maktab. Namun kami masih menunggu hingga tenngah malam sekitar pukul 22.20 Waktu Arab Saudi, karena solat jenazah akan dilaksanakan ba’da Subuh.
Tengah malam waktu Arab Saudi ambulan yang membawa jenazah almarhum bergerak dari Iskan menuju Masjidil Haram, ada ambulan lainnya yang juga membawa jenazah saat kami sampai di pelataran masjidil Haram.
Kembali Huznul ditugaskan mendampingi jenazah saat dinaikkan ke mobil yang membawa jenazah ke tampat disemayamkan dengan duduk disamping sopir. Dengan sigap petugas menurunkan jenazah dan memindahkannya ke kendaraan (sejenis mobil golof) yang dirancang untuk membawa jenazah ke tempat khusus dalam area masjid.
Jemaah Kloter 14 yang telah menerima kabar kepergian almarhum H. Muhammad Najib pagi itu sebagian besar datang ke Masjidil Haram, tak berapa yang tak ikut solat jenazah terutama lansia.
Ada juga jenazah lain yang ikut di solatkan waktu itu, karena di Masjidil Haram ini setiap selesai solat fardu dilanjutkan dengan solat jenazah. Jenazah ini merupakan jemaah haji yang wafat di tanah suci.

Meski tak terlibat langsung dalam proses ini, penulis coba mengabadikan sebagai bentuk dukungan moril bagi keluarga almarhum di tanah air. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka saat orang yang dicintai wafat dan hanya bisa melepas dengan doa, tanpa sentuhan untuk menyelenggarakannya apalagi mimbisikkan syahadat diakhir hayatnya.
Usai Subuh dan solat jenazah, petugas masjidil haram kembali menaikan jenazah ke atas kereta kemudian dipindah ke ambulan yang akan mengantar ke Syaraya, pemakaman yang terletak di selatan kota Makkah yang ditempuh dengan waktu lebih kurang 20 menit.
Meski tak bisa ikut memakamkan, walau hanya sekedar mengangkat jenazah dari ambulan ke liang lahat, diizinkan melihat dari kejauhan sudah dapat mewakili keluarga yang jauh di tanah air.

Setelah melafazkan Allâhummaghfir lahu warhamhu wa ‘âfihi wa‘fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waghsilhu bilmâ’i wats tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathâyâ kamâ naqaita ats-tsauba al-abyadh minad danasi, wa abdilhu dâran khairan min dârihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhu al-jannata wa a’idzhu min ‘adzâbil qabri wa min adzâbinnâr yang ditutup dengan alfatihah, kami perwakilan Kloter 14 PDG kembali ke hotel di pagi menjelang siang Waktu Arab Saudi.
Onggokan pasir dan sebuah batu bertuliskan nama almarhum dengan tulisan tangan seadanya menjadi penanda makamnya, sederhana jauh dari mewah, namun inilah akhir hidup yang diimpikan banyak orang yakni wafat di tanah suci, tanah kelahiran Rasulullah.

Kami pun kembali ke hotel, berisrirahat setelah semalamam mendampingi PPIH mengurus jenazah almarhum. Kondisi terakhir di pemakaman telah pula disampaikan kepada keluarga maupun kepada kepala daerah yang sejak menerima laporan juga antusias mengikuti perkembangannya.
Belum hilang canggung kami kehilangan H. Muhammad Najib Said yang telah beristirahat dengan dengan tenang di Syarayya, kembali kabar duka menghampiri.
H. Afrizal Thaib, mubaligh kondang di Solok yang juga mantan Kakan Kemenag Kota Solok dan ayah dari Huznul Kari salah satu ketua regu yang ikut menyelenggarakan jenazah H. Muhammad Jaib said diberitakan wafat di RSUD M. Natsir, Selasa (11/7) pukul 00.50 Waktu Indonesia Barat.
Huznul cukup terpukul dengan berita ini, selain kehilangan ayah yang dicintai, kenangan alm H. Muhammad Najib yang juga jemaah KBIHnya banyak tersimpan di hapenya di berbagai momen selama berada di tanah suci.
Istri almarhum H. Afrizal Thaib dan anaknya Huznul tengah berada di tanah suci menunaikan ibadah haji satu kloter dengan H. Muhammad Najib Said yakni kloter 14 PDG.
Huznul putra almarhum H. Afrizal Thaib yang juga salah satu Karu di Kloter 14 PDG dan sang Bunda tak dapat menyembunyikan dukanya, begitu juga dengan kami sesama jemaah. Selain melafazkan doa, ada juga yang membacakan surat Yasin, namun melihat ibu dan anak ini kami pun ikut larut dalam dukanya.

H. Dedi Wandra selaku pembimbing Ibadah Kloter 14 PDG yang juga Kakan Kemenag kota Sawahlunto dan sahabat dari almarhum H. Afrizal Thaib didampingi ketua Kloter H. Bustami menenangkan Huznul seraya mengajaknya mendoakan almarhum.
Huznul yang sehari sebelumnya ikut menyelenggarakan jenazah H. Muhammad Najib Said terlihat tegar menerima kepergian sang ayah di Tanah Air. Tak banyak yang terucap dalam sedihnya selain doa untuk almarhum.

Hadir pula saat itu H. Rifai, Kepala KUA kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok yang menjadi Pembimbing Ibadah Kloter 11 PDG / jemaah haji kota Payakumbuh, yang berkisah punya banyak kenangan dengan almarhum bahkan menyebutnya H. Afrizal Thaib sebagai guru dan senior dalam berdakwah.
Kabar kepergian Almarhum H. Afrizal Thaib yang diterima sekitar pukul 09.00 Waktu Arab Saudi selang beberapa jam setelah kami mengikhlaskan H Muhammad Najib, memberikan sebuah renungan sekaligus pesan untuk jemaah terutama penulis pribadi.
Hikmah dan korelasi terhadapHuznul dan wafatnya ayahnya yang penulis ambil intisarinya adalah : Allah telah menurunkan dan memberikan ilmu dan pengalaman paripurna untuk Huznul bisa membimbing jemaah haji (KBIH nya) termasuk ilmu penyelenggaraan jenazah sampai ke liang lahat.
Secara totalitas diperoleh Huznul. Penulis berkat Qadarullah mendorong Huznul untuk terjun secara teknis penyelenggaraan jenazah alm.M Najib. Huznul pun dgn senang hati, tanpa beban selalu siap untuk kami arahkan. Ternyata setelah ilmu/pengalaman Huznul tersebut “comprehensif”, selang beberapa jam, Huznul VC dengan ayahnya menceritakan pengalamannya tadi malam sampai pagi hari.
Seakan akan Ayahnya sangat bangga dan puas atas pengalaman dan apa yang telah dilakukan anaknya. Sehingga endingnya, Sang Ayah dgn tenang meninggalkan dunia Fana ini. Seakan akan sang Khaliq mengatakan ke sang ayah bahwa “Huznul anak Antum sudah bisa “Dilepas/Anda Tinggalkan untuk melanjutkan tugas mulia Anda membimbing Ummat”. Wallahuallam bilsawab.
Makkah, 14 Juli 2023
Berita Terkait :
- Kloter 14 PDG Kembali Berduka, Mantan Kakan Kemenag Kota Solok Wafat
- Wawako Solok Melayat ke Rumah Jemaah Haji yang Wafat di Makkah
- H.M.Najib, Jemaah Haji Kota Solok Wafat di Makkah di Makamkan di Sorayya
- Dimakamkan Pagi Ini, Jemaah Haji Asal Kota Solok Wafat di Makkah
- Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, 1 Jemaah Haji Asal Solok Selatan Wafat di Makkah
afrizal afrizal afrizal afrizal afrizal afrizal vafrizal afrizal afrizal afrizal afrizal afrizal



Facebook Comments