Investasi Bodong, MeMiles Beromzet Rp 750 Miliar

Investasi Bodong, MeMiles Beromzet Rp 750 Miliar
Ribuan konsumen tertipu investasi bodong
SuhaNews – Kasus investasi bodong kembali terjadi di Indonesia. Kali ini, aplikasi investasi bodong bernama MeMiles berhasil dibongkar kepolisian pada 3 Januari 2020.

Kasus penipuan ini mencuat setelah Polda Jatim menangkap dua tersangka KTM (47) dan FS (52) yang terlibat dalam kasus investasi bodong tersebut.

Hanya dalam delapan bulan, investasi bodong dengan menggunakan nama PT Kam and Kam ini berhasil meraup uang dari korban senilai Rp 750 miliar. Saat penangkapan, Polisi mengamankan uang nasabah hingga Rp 122 miliar.

“Tersangka pernah terlibat kasus sama tahun 2015 di Polda Metro Jaya,” tutur Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan.

PT Kam and Kam merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan member dengan cara bergabung di aplikasi MeMiles. Peminatnya pun cukup besar.

Luki Hermawan menuturkan, selama 8 bulan beroperasi, MeMiles berhasil menarik sebanyak 264 ribu anggota. Tak tanggung-tanggung, bahkan sejumlah publik figur ikut mempromosikan dan menjadi anggota investasi bodong ini.

Kasus MeMiles terungkap dari aduan masyarakat pada Oktober 2019. Polda Jatim kemudian berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal informasi tersebut. Hasilnya,  diketahui jika PT tersebut belum terdaftar.

Selanjutnya, pada November 2019, diketahui berlangsung pertemuan para anggota yang dihadiri leader-leader dari perusahaan tersebut di salah satu hotel di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Dalam lima jam terkumpul Rp 96 juta dan di situ ada reward motor. Dari situ tim makin yakin dan lakukan penyelidikan di Jakarta akhirnya terungkap,” jelas Luki.

Sistem kerja investasi ini, setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru mendapatkan komisi dan bonus dari perusahaan. Jika ingin memasang iklan, anggota harus memasang top up dengan dana dimasukkan ke rekening PT Kam and Kam. Dengan top ini anggota memperoleh bonus bernilai besar. “Dana masuk antara Rp 50 ribu sampai Rp 200 juta,” ujar Luki.

BACA JUGA  Pelaku Penipuan Masker 28 Juta Ditangkap Polres Bandara Soeta

Anggota banyak tergiur karena bonus yang dijanjikan oleh tersangka. Hanya menyetor Rp 50 juta, anggota bisa memperoleh mobil seharga di atas Rp 100 juta.

Hingga saat ini, polisi telah menetapkan lima tersangka terkait MeMiles. Selain KTM (47) dan FS (52), Polda Jatim juga telah ML atau Dr E (54) dan PH (22) pada awal Januari 2020. Terbaru, polisi menetapkan tersangka W yang juga turut terlibat dalam kasus investasi bodong ini.

Sumber: Liputan6.com

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaTingkatkan Disiplin Siswa, MAN 2 Solok Punya Cara Beda
Artikel berikutnyaWabup Tanah Datar Tinjau Penanganan Galodo di Malalo