Jembatan Darurat Belum Selesai, Jalan Menuju Solok Selatan Masih Putus

SuhaNews. Hingga Senin (20/4) pembersihan material longsor di jalan yang menghubungkan Lubuk Selasih – Muara Labuh masih berlangsung. Jalur utama menuju Solok Selatan ini masih terputus. Jembatan Darurat dilokasi longsor masih dipersiapkan.

Longsor yang terjadi pada Sabtu (18/4) malam itu disebabkan tingginya curah hujan. Akibatnya dua rumah penduduk ikut dihantam longsor. Sedangkan jalan nasional ini terbawa longsor sepanjang lebih kurang 23 meter sehingga tidak bisa dilalui.

Solusinya adalah pembangunan jembatan darurat oleh BPJN Wilayah III Kota Padang. Dikutip dari Langgam.id, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah III Kota Padang hingga saat ini masih mengkaji untuk upaya mempercepat akses kendaraan agar bisa kembali normal. Longsoran cukup parah dan membuat jurang sedalam 23 meter, sehingga proses pengerjaan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Berita Terkait :  Longsor di Cubadak Hantam 2 Rumah dan Putuskan Akses Menuju Surian

“Sekarang kami lagi bekerja. Longsor ini parah, baik dari tanah menimpa sampai badan jalan habis bergeser semua, bahkan terbentuk jurang sedalam 23 meter karena longsor tersebut,” ujar Kepala BPJN Wilayah III Kota Padang, Aidil Fiqri

Aidil menyebutkan, badan jalan yang habis diterjang longsor sepanjang 23 meter. Badan jalan tersebut kemudian ikut jatuh ke jurang, sehingga membentuk lubang yang dalam.

“Empat unit Eskavator kami kerahkan untuk proses pembuangan tanah yang menimbun (material longsor). Karena jalan putus, kita cari solusi agar kendaraan bisa lewat untuk keadaan darurat. Dari kemarin pagi kita sudah bekerja, karena volume tanah cukup banyak,” jelasnya.

Aidil menjelaskan, pihaknya menargetkan proses pengerjaan jalan ini secepatnya mungkin, karena menjadi akses satu-satunya dari Padang-Muaro Labuh. Termasuk, rencana untuk pemasangan jembatan darurat (Bailey) di lokasi.

BACA JUGA  Terisolasi Pasca Longsor, Gubernur Mahyeldi Pastikan Bantuan bergerak Cepat ke Pessel

“Jalan alternatif belum tahu, setahu saya tidak ada jalur alternatif. Rencana ada pasang jembatan darurat, tapi kondisi kita terbatas, harus butuh dua bailey, kita lihat dulu. Bailey ada, mungkin dipasang dua bailey karena lebar,” sebutnya.

Menurut Aidil, BPJN Wilayah III Kota Padang akan terus memantau ke lapangan. Begitupun untuk mengkaji dugaan yang mengakibatkan terjadinya longsor, sehingga memutus akses jalan tersebut.

“Kemungkinan besar diduga apakah ada penambangan, silakan wartawan lihat ke sana. Karena air datang dari atas, lokasi di atas sudah rusak. Saya mau lihat juga ke sana,” tutupnya.

Camat Lembah Gumanti, Zaitul Ikhlas mengatakan, material longsor merupakan tebing yang berada di bawah jalan. Sehingga mengakibatkan secara total jalan terputus, kemudian menerjang kediaman warga.

“Hampir 20 meter jalan itu longsor. Ada dua rumah warga yang kena, rusak berat satu itu dibawa material longsor. Sekarang proses pengerjaan,” ujarnya.

editor : Zulkifli sumber : Langgam.id

Baca juga :

Facebook Comments

Google News