Jiwa Pramuka Anggota Satprakoja, Libur Sekolah Saatnya Berbakti Pada Orangtua

Jiwa Pramuka Anggota Satprakoja, Libur Sekolah Saatnya Berbakti Pada Orangtua
Pramuka memberikan segudang karakter positif kepada salah seorang siswa dari MAN 1 Solok hingga di waktu liburnya ikut membantu ayahnya dalam panen padi, selasa(10/3) di Nagari Dilam, kecamatan Bukit Sundi, Kab. Solok.

Tahap panen bukanlah akhir dari perjalanan Padi. Oleh karena itu salah seorang siswa MAN 1 Solok bernama Ahmad Fauzan siswa kelas 11 Ilmu Alam di hari liburnya mengisi waktu dengan membantu ayah nya dalam proses panen Padi.

Dalam kegiatannya ini, sang siswa mengatakan bahwa hal ini ia lakukan lantaran selama ia mengenyam pendidikan di MAN 1 Solok terutama ia juga tergabung dalam kepramukaan di Sekolah nya yang di sebut SATPRAKOJA (Satuan Pramuka Kobar Jaya) membuatnya memahami akan pentingnya menuntut Ilmu Dan berbakti kepada orang tua.

“Pekerjaan orang tua sebagai petani seharusnya tidak membuat para siswa di zaman milenial ini malu. Tidak ada salah nya kalau seorang siswa itu ikut serta Dan mewarisi Ilmu pertanian dari orang tua nya. Sebab nasib itu tidak ada yang tau, kalaupun nasib menghendaki menjadi seorang petani maka jadilah petani yang berilmu” Ujarnya.

Selain itu siswa yang akrab di panggil Fauzan ini dalam kesehariannya adalah seorang pramuka, seorang siswa, dan seorang anak yang harus berbakti kepada kedua orang tua nya. Hal ini harus ia lakukan berulang-ulang setiap hari dan menjadi rutinitas baginya.

aktu pagi dan sore nya ia jalani sebagai seorang siswa di sekolah, pulang sekolah sampai petang adalah waktu baginya untuk berkegiatan pramuka dan waktu petang hingga malam adalah waktu baginya mengabdi kepada kepada orang tua. Tak jarang ia juga melakukannya secara bersamaan, namun berkat Ilmu di pramuka ia mampu melakukannya.

BACA JUGA  Wabup Solok Selaku Ketua Kwarcab Buka SLC MAN 1 Solok di Muaro Paneh

Ia juga mengungkapkan “Kita semua cuman manusia biasa, yang pasti akan merasakan berada di titik terendah karena masalah yang datang bertubi-tubi, ini semua tergantung kita sendiri bagaimana cara kita bangkit dan menjadi pemenang dari masalah yang kita hadapi, dan itulah arti nama ” Fauzan”yang orang tua saya berikan, dan ingat yang terpenting semuanya tergantung kepada ridha orang tua. ”

Setelah pemanenan di lakukan, maka tahap selanjutnya adalah membawa padi ke tempat penjemuran, lamanya penjemuran padi bergantung kepada panas matahari. “Setelah padi ini nanti di giling di penggilingan padi, beras yang di hasilkan biasanya oleh keluarga saya sebagian di jual ke distributor beras dan sebagian nya lagi di simpan untuk makanan sehari-hari. ” Ujarnya.

Filosofi Padi: “Jadilah laksana padi, semakin ia berisi maka semakin tunduklah ia”.

Penulis : Fauzan, Anggota Satprakoja MAN 1 Solok

Baca Juga :

 

Facebook Comments

loading...