Mahasiswi Justru Diperkosa Residivis Bermula dari Jual Hape di Facebook

Jual Hape di Facebook, Mahasiswi Justru Diperkosa Residivis
SuhaNews. Bermula dari menjual hape di facebook, seorang mahasiswi justru menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh residivis diwilayah hukum Polresta Padang.

Mahasiswi berusia 25 tahun ini memasang iklan ,menjual hape di facebook dengan harga 600 ribu. Kemudian RVS (23) menawar an mengajak korban untuk bertemu guna melakukan transasksi. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/8), ungkap Kapolsek Lubuk Kilangan AKP Lija Nesmon.

Nesmon menambahkah, merasa cocok dengan harga 600ribu, pelaku mengajak korban yang mahasiswi ke rumahnya menggunakan sepeda motor dengan alasan mengambil uang.

“Setelah cocok harga, tersangka membujuk korban menjemput uang ke rumahnya berdua mengunakan sepeda motor korban. Namun ternyata, korban dibawa ke suatu tempat semak-semak yang sepi,” jelasnya.

Nesmon mengungkapkan, di lokasi tersebut tersangka melakukan aksi pengancaman hingga pemerkosaan terhadap korban yang berstatus mahasiswi. Sebelumnya korban mencoba melawan, namun tersangka mengacungkan sebilah pisau kater.

“Terjadilah aksi pemerkosaan. Korban berontak, tapi diancam. Tak lama kemudian datang warga, tersangka ini kabur dengan membawa handphone yang dijual korban,” ujarnya.

Korban selanjutnya diselamatkan oleh warga dan dibawa ke Polsek Lubuk Kilangan untuk membuat laporan. Penyelidikan pun dilakukan, sehari setelah laporan masuk, tersangka dapat diidentifikasi pihak kepolisian.

Nesmon menyebutkan, tersangka ditangkap saat hendak menjual handphone milik korban yang dibawa kabur. Tanpa perlawanan, tersangka langsung digiring ke mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Tersangka ini disabilitas, kakinya diamputasi satu. Dan tersangka ini juga pernah masuk penjara sebelumnya (residivis) dengan kasus yang sama. Kalau enggak salah Polresta Padang yang menangani,” ulasnya

Dari perbuatannya, tersangka dijerat pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dan 365 KHUP pencurian dengan kekerasan. Tersangka diancam dengan kurungan penjara lima tahun.**

BACA JUGA  80 Mahasiswa Unand Selesai KKN di Kota Solok

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaDi Salimpek Lembah Gumanti, Kapolres Santuni 6 Dhuafa
Artikel berikutnyaCovid-19 Kabupaten Solok: Kubung Terbanyak Kasus Warga Terpapar