Kabupaten Solok Sosialisasikan Gerakan Penanganan ATS dan ABPS

Arosuka, SuhaNews | Bunda Guru PGRI Kabupaten Solok, Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si., Ketua Dewan Pendidikan, Zulfadli, M.M., serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Elafki, S.Pd., M.M., beserta jajaran hadiri Sosialisasi Gerakan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan Penekanan Angka Anak Berisiko Putus Sekolah (ABPS), Jumat (11/9/2026) di Arosuka.

Kegiatan ini juga dihadiri narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat, Roza Linda, M.Pd., yang memaparkan strategi penanganan Anak Tidak Sekolah serta langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam mencegah anak agar tidak sampai mengalami putus sekolah.

Baca juga: Benny Utama; Tidak ada Alasan Putus Sekolah atau Tidak Berobat

Kegiatan ini juga diikuti oleh Koordinator Pengawas dan Kepala SMP, Guru Bimbingan dan Konseling (BK)/Wakil Kesiswaan SMP, Komite SMP, Ketua PKBM, serta para tamu undangan lainnya.

“Penanganan ATS dan ABPS tidak hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, orang tua, komite sekolah, masyarakat, serta lembaga pendidikan nonformal,” ujar Roza Linda.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan semakin memahami pentingnya pendataan, pemetaan, pendampingan, serta pencarian solusi bagi anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan maupun yang berpotensi mengalami putus sekolah.

“Keberadaan guru, khususnya guru BK dan unsur kesiswaan memiliki peran strategis dalam mendeteksi sejak dini berbagai persoalan yang dihadapi peserta didik.  Dengan deteksi dan pendampingan yang tepat, potensi anak untuk meninggalkan pendidikan dapat ditekan sedini mungkin,” jelas Roza Linda.

solokSementara Bunda Guru PGRI, Ny. Nia Jon Firman Pandu menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen untuk mendorong terciptanya layanan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.

BACA JUGA  PKL Depan RS Ibnu Sina Ditertibkan Satpol PP Kota Padang

“Setiap anak diharapkan memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujar Ny. Nia Jon Firman Pandu.

Melalui gerakan bersama dalam penanganan ATS dan penekanan ABPS, Kabupaten Solok diharapkan mampu menekan angka anak yang tidak bersekolah maupun anak yang berisiko putus sekolah, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Wewe

Baca juga: Madrasah Mendunia, MAN 1 Solok MoU dengan Sekolah Malaysia dan Thailand

Facebook Comments

Google News