Kantor Kemenag Bukittinggi Lakukan Pembinaan Penyuluh Agama Islam

lak
Bukittinggi, SuhaNews – Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi melalui Seksi Bimas Islam melakukan pembinaan Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi (Penyuluh Agama Islam Fungsional dan Non PNS) Senin (25/01/2021) di aula Kantor Kementerian Agama.

“Kegatan ini digelar dalam rangka menyongsong kinerja tahun 2021 dan penyerahan surat tugas masing-masing secara simbolis,” ujar Kakan Kemenag Kota Bukittinggi, H. Kasmir.

Kakan Kemenag juga menyampaikan materi terkait tugas dan fungsi Penyuluh Agama Islam serta Moderasi Beragama. Ia didampingi Kasi Bimas Islam H. Zulfakhri, JFU Bimas Islam H. Syamsul Bahri dan Mukriyetti.

“Kegiatan ini dalam rangka pembinaan sekaligus penyerahan surat tugas Penyuluh Agama Islam di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi,” jelas Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi H. Zulfakhri.

Zulfakhri menghimbau para penyuluh agama Islam di lingkungan kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi untuk selalu menjaga marwah lembaga dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di lokasi bimbingan masing-masing.

“Laksanakanlah tugas semaksimal mungkin guna terwujudnya pembangunan bangsa khususnya Kota Bukittinggi yang seimbang antara duniawi dan ukhrawi,” tambah Zulfakhri.

Kakan Kemenag Kota Bukittinggi H. Kasmir menyampaikan bahwa sebagai Penyuluh Agama Islam sudah sepantasnya menjadi penyejuk di tengah-tengah masyarakat.

“Kementerian Agama yang direpresentasikan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) sebagai struktur yang bertanggungjawab dalam pembangunan bidang Agama menerjemahkan  RPJMN 2020-2024 dalam sebuah bentuk pedoman pelaksanaan program, kegiatan dan penganggaran yang disebut dengan Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Bimas Islam tahun 2020-2024,” jelas Kasmir.

Penyuluh Agama, tambah Kasmir, merupakan garda terdepan Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam pelaksanaan pembangunan bidang agama.

“Sebagai Penyuluh Agama Islam hendaknya kita menjadi embun penyejuk di tengah kegersangan bukan sebaliknya seperti bara api yang bisa saja membakar dan menghanguskan sekitarnya,” tutur H. Kasmir.

BACA JUGA  Tatap 2020, Kemenag Kab. Pasaman Gelar Bedah DIPA

lak“Moderasi atau Wasathiyyah adalah sikap yang memosisikan diri di tengah-tengah, dengan tidak melakukan hal-hal yang berlebihan (ifrat) dan tidak pula mengurangi ajaran (tafrit), namun memegang teguh mabadi al-Syariah (prinsip-prinsip dalam Syariat,” urai Kasmir.

Sebagaimana dirujuk pada surah al-Baqarah 143 makna wasathiyah yang menjadi padanan kata moderasi dapat diartikan sebagai sebagai (jalan tengah), bersifat tengah, berlaku bijak demi tercapainya nilai kemaslahatan semua pihak.

“Jalan tengah yang dimaksudkan di sini adalah posisi yang tidak terjebak pada dua kutub ekstrimitas (al-ghuluw wa al-taqsir),” paparnya.

reporter : Yal editor : Moentjak

Baca juga:

Facebook Comments

loading...