Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat Perkuat M0DERASI Beragama Dengan Peningkatan Kapasitas Aktor Kerukunan

Bukittinggi, SuhaNews – Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat gelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Aktor Kerukunan Melalui Penguatan Moderasi Beragama Tahun 2024, Rabu (11/12/2024) pagi bertempat di Grand Rocky Hotel Bukittinggi.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat melalui Kabag Tata Usaha, H. Edison Yusri didampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Eri Iswandi, Ketua Tim Kerja Kerukunan Umat Beragama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Tan Gusli

Dalam laporannya H. Tan Gusli selaku Ketua Panitia menyampaikan. “Kegiatan Penguatan moderasi beragama ini bertujuan memperkuat peran tokoh masyarakat, ASN, dan pengurus organisasi kemasyarakatan dalam mengembangkan pemahaman moderasi beragama sebagai upaya menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk sekaligus menjadi salah satu arah kebijakan negara untuk menciptakan tata kehidupan beragama dan bernegara yang harmonis, rukun, damai, dan toleran.

Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat Perkuat Moderasi Beragama Dengan Peningkatan Kapasitas Aktor Kerukunan

Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang peserta dari unsur ASN Kemenag, Pengurus Ormas Islam (NU, Perti dan Muhammadiyah) dan pengurus FKUB Kota Bukittinggi,” jelasnya.

Selanjutnya ia menjelaskan bahwa kegiatan Peningkatan Kapasitas Aktor Kerukunan Melalui Penguatan Moderasi Beragama Tahun 2024 Angkatan I menghadirkan narasumber Ketua FKUB Provinsi Sumatera Barat, Prof. Dr. Duski Samad, M. Ag & Widyaswara Balai Diklat Kemenag Sumbar Media Eka Putra.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Eri Iswandi selaku tuan rumah menyampaikan. “Selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi kami menyampaikan terimakasih atas dipercayakan Kota Bukittinggi sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan Peningkatan Kapasitas Aktor Kerukunan Melalui Penguatan Moderasi Beragama Tahun 2024 Angkatan I yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat.

Suatu keistimewaan bagi kami kegiatan ini bisa berlangsung di Bukittinggi dengan diikuti lintas tokoh. Kita merasakan Kerukunan Umat Beragama yang ada di Bukittinggi telah berjalan dengan baik walaupun kadang-kadang sedikit ada riak, namun tidak bikin gaduh,” tuturnya.

BACA JUGA  Kesenian Situpai Janjang Masuk Daftar Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat Perkuat Moderasi Beragama Dengan Peningkatan Kapasitas Aktor Kerukunan

Kepala Kantor Wilayah Kantor Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat melalui Kabag Tata Usaha, H. Edison Yusri dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto (2024–2029) membawa visi besar untuk menjadikan Indonesia bangsa yang adil, makmur, dan bersatu di tengah keragaman.

Salah satu kunci penting dalam mencapai visi tersebut adalah memperkuat toleransi antarumat beragama, yang merupakan fondasi stabilitas sosial, politik, dan ekonomi. Visi tentang toleransi tercantum dalam Asta Cita yang ke-delapan yaitu Memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, dan budaya, serta peningkatan toleransi antarumat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.

“Toleransi antarumat beragama bukan hanya kebutuhan moral, tetapi juga strategi kunci untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Dengan kebijakan yang jelas, penegakan hukum yang tegas, dan kerja sama lintas sektor, pemerintahan Presiden Prabowo memiliki peluang besar untuk memperkokoh harmoni sosial di Indonesia.

Toleransi tidak hanya menjaga keberagaman, tetapi juga menjadi landasan bagi bangsa untuk maju dan bersaing di kancah global. Dengan langkah-langkah strategis yang terarah, visi Indonesia yang adil dan makmur dapat terwujud melalui kekuatan harmoni dan toleransi di tengah keberagaman,” jelasnya.

Lebih lanjut dalam memperkuat toleransi beragama kita harus memastikan Kerukunan Antar Umat Beragama dengan memberikan Pendidikan Toleransi Beragama, Dialog Lintas Agama, Penguatan Desa Sadar Kerukunan dan Kebebasan Beribadah.

BACA JUGA : Wakili Kakanwil, Kabid Penmad H. Hendri Pani Dias Lepas Kontingen Kemah Pramuka Madrasah Nasional Tahun 2024

Dalam rancangan Renstra Kementerian Agama 2025-2029, misi pertama Kementerian Agama adalah meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang moderat dan berorientasi pada kemaslahatan. Sasaran strategisnya adalah meningkatnya masyarakat yang memiliki cara pandang dan praktik beragama jalan tengah untuk mewujudkan kerukunan dan harmoni sosial.

BACA JUGA  PAI Kota Bukittinggi Terus Sosialsiasikan SE Menang 15/2021

Dan indikatornya adalah Indeks Kerukunan Umat Beragama. Dari rancangan renstra tersebut, dapat dipahami bahwa Penguatan Moderasi Beragama masih menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama.

“Moderasi Beragama adalah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama dan kepercayaan, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum, berlandaskan prinsip adil, berimbang, dan menaati Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai kesepakatan berbangsa,” jelasnya.

Terakhir H. Edison menyampaikan Moderasi beragama menjadi salah satu program prioritas nasional, yang berfungsi untuk melawan radikalisme, meningkatkan harmoni sosial, serta mendukung keberagaman budaya dan agama di Indonesia.

“Tidak ada kekerasan atas nama agama kecuali jihad dalam Rahmatan lil Alamin, tutur Kabag Tata Usaha ini. (Syafrial)

Baca juga :

Facebook Comments

Google News