Kakan Kemenag Bukittinggi Paparkan Kebijakan Strategis Moderasi Beragama dan Ekoteologi kepada PPPK

Bukittinggi, SuhaNews | Perkuat pemahaman aparatur terhadap arah kebijakan strategis Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M.Ag., sampaikan materi Pengarusutamaan Moderasi Beragama dan Ekoteologi dalam kegiatan Orientasi Penguatan Ekoteologi dan Moderasi Beragama bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Senin (19/10/2026), bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.

 

Kegiatan yang diselenggarakan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Padang ini diikuti 34 peserta, terdiri atas 14 PPPK di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi dan 20 PPPK dari lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Bukittinggi. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kompetensi, karakter, dan integritas aparatur dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan berwawasan lingkungan.

Kegiatan orientasi ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan didampingi Kasubbag Tata Usaha, Hj. Tri Andriani Djusair, Penyelenggara Zakat Wakaf, Husnul Bashir dan Kepala Balai Diklat Keagamaan Padang diwakili Kasubbag, Aliwardi beserta jajaran.

Dalam kesempatan tersebut H. Irwan menekankan pentingnya penguatan moderasi beragama dan ekoteologi sebagai bagian dari arah kebijakan strategis Kementerian Agama. Beliau menyampaikan bahwa aparatur Kementerian Agama memiliki peran penting dalam menghadirkan nilai-nilai agama yang menyejukkan, memperkuat kerukunan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Moderasi beragama bukan berarti memoderasi ajaran agama, melainkan mengedepankan cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang adil, seimbang, serta menghargai perbedaan. Sementara itu, ekoteologi mengingatkan kita bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual manusia,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti orientasi dengan sungguh-sungguh serta menjadikan materi yang diperoleh sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, PPPK sebagai bagian dari aparatur negara harus mampu menunjukkan keteladanan, profesionalitas, dan komitmen dalam menjaga kerukunan serta membangun budaya kerja yang peduli terhadap lingkungan.

BACA JUGA  Kemenag Gelar Seleksi Terbuka untuk 20 Jabatan Eselon II

“Nilai-nilai moderasi beragama dan ekoteologi hendaknya tidak berhenti pada pemahaman secara teori, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Padang yang diwakili Kasubbag Tata Usaha, Aliwardi dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan orientasi ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur agar mampu memahami dan mengimplementasikan kebijakan Kementerian Agama secara tepat.

Ia menegaskan bahwa penguatan moderasi beragama dan ekoteologi perlu menjadi perhatian seluruh aparatur, mengingat keduanya memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis serta meningkatkan kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan. bijak bijak bijak bijak bijak

“Melalui kegiatan orientasi ini, kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dan ekoteologi dalam lingkungan kerja maupun kehidupan bermasyarakat. Aparatur Kementerian Agama harus menjadi teladan dalam merawat kerukunan, menghargai keberagaman, dan menjaga kelestarian alam,” ungkapnya.

Dalam pemaparan materi, Dr. H. Irwan, M.Ag. menguraikan kebijakan strategis Kementerian Agama terkait pengarusutamaan moderasi beragama dan ekoteologi. Moderasi beragama menjadi landasan untuk memperkuat toleransi, komitmen kebangsaan, sikap antikekerasan, serta penghargaan terhadap tradisi dan keberagaman yang tidak bertentangan dengan prinsip dasar ajaran agama.

Adapun ekoteologi menekankan hubungan erat antara nilai-nilai keagamaan dan tanggung jawab manusia dalam menjaga keseimbangan alam. Kesadaran ekologis tersebut perlu diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat energi dan air, serta memelihara lingkungan kerja yang bersih dan sehat.

Melalui orientasi ini, 34 peserta PPPK diharapkan mampu menjadi aparatur yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga moderat dalam beragama, adaptif terhadap tantangan zaman, serta memiliki kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan.

BACA JUGA  ZIWBK Kemenag Padang Panjang Gelar Evaluasi PMPZI

Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mendukung terwujudnya aparatur Kementerian Agama yang berorientasi pada pelayanan publik berkualitas, penguatan kerukunan umat beragama, dan pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan nilai-nilai agama. (Syafrial)

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News