SuhaNews | Dari tawa hingga tangis, masyarakat Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, kembali membuktikan kreativitasnya dalam mengemas perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui pawai budaya yang penuh warna dan pesan.
Bertempat di Lapangan Blok B Koto Agung, Sitiung 1, Rabu (19/8/2026), warga Nagari Sungai Duo kembali menghadirkan pertunjukan yang bukan sekadar meriah, tetapi juga membawa penonton menyusuri kembali jejak perjuangan bangsa.
Teatrikal kolosal menjadi salah satu penampilan yang paling mencuri perhatian. Adegan demi adegan mengisahkan perjuangan, dari Kapiten Pattimura melawan penjajah hingga gerilya Jenderal Sudirman dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Suasana lapangan seketika berubah. Tawa dan keceriaan pawai perlahan berganti dengan suasana haru ketika para peserta memainkan kembali kepedihan dan beratnya perjuangan para pahlawan.
Tak jarang pengunjung berkaca-kaca. Mereka seakan diajak kembali ke masa ketika kemerdekaan belum berada dalam genggaman, ketika perjuangan membutuhkan keberanian, pengorbanan dan bahkan taruhan nyawa.
Namun cerita yang dibangun warga Sungai Duo tidak berhenti pada perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.Dari
perjuangan masa lalu, cerita kemudian mengalir kepada tugas generasi hari ini untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan dan menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat.
Pesan itu divisualisasikan melalui berbagai gambaran pembangunan dan program yang menyentuh masyarakat baik yang dilaksanakan Pemkab Dharmasraya, Provinsi maupun Pemerintah Pusat, mulai dari Sekolah Rakyat, pelayanan kesehatan, bedah rumah hingga Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Hasil pembangunan dan kemakmuran juga ditampilkan melalui hasil bumi yang dibawa para peserta pawai. Hasil bumi tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas anugerah alam sekaligus buah dari kehidupan yang terus berkembang di tengah kemerdekaan.
Pawai semakin lengkap dengan pesan untuk menjaga alam agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada anak cucu. Keberagaman budaya juga ditampilkan sebagai gambaran kebhinekaan yang menjadi kekuatan dan simbol persatuan Indonesia.
Kreativitas warga, khususnya generasi muda, terlihat dari berbagai replika dan kendaraan hias yang dibawa dalam pawai, mulai dari tank, perahu pinisi hingga pesawat tempur.
Anak-anak dan para remaja juga mengekspresikan cita-cita mereka melalui kostum berbagai profesi, seperti polisi, tentara, ASN, pemadam kebakaran, pengusaha, seniman dan profesi lainnya.
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengapresiasi kreativitas masyarakat Nagari Sungai Duo yang mampu mengemas pawai budaya dengan konsep yang kuat dan penuh pesan.
Menurutnya, apa yang ditampilkan masyarakat bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media untuk mengingat kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus menyampaikan pesan kepada generasi muda mengenai pentingnya mengisi kemerdekaan.
“Ini luar biasa. Masyarakat mampu mengemas perjuangan para pahlawan menjadi sebuah pertunjukan yang bisa dinikmati sekaligus memberikan pelajaran kepada kita semua. Ada pesan tentang sejarah, pembangunan, lingkungan dan kebhinekaan,” ujar Annisa.
Ia menegaskan, pawai budaya di Nagari Sungai Duo merupakan salah satu agenda yang akan terus didukung Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun, selain Pawai Blok E Tiumang dan Selaju Sampan di Kampung Pulai Nagari Sitiung.
“Pemerintah Kabupaten Dharmasraya tentu akan terus memberikan dukungan. Kita ingin kreativitas masyarakat seperti ini terus hidup, karena kegiatan ini memperkuat kebersamaan sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan kecintaan terhadap bangsa,” katanya.
Apresiasi juga disampaikan Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro yang hadir bersama tim pawai Polres Dharmasraya.
Ia menilai pawai budaya yang digelar masyarakat Sungai Duo mampu menggabungkan hiburan, edukasi sejarah dan pesan kebangsaan dalam satu rangkaian pertunjukan.
“Ini kegiatan yang sangat positif. Masyarakat tidak hanya diajak bergembira, tetapi juga kembali mengingat bagaimana perjuangan para pahlawan dan pentingnya menjaga persatuan,” ungkapnya.

Pawai tersebut turut dihadiri Pimpinan DPRD Dharmasraya Sujito, Kepala Dinas Budparpora H. Reno Lazuardi, Camat Sitiung Riwahono, Wali Nagari Sungai Duo Ali Amran dan Ketua Dekranasda Dharmasraya Hj. Rafnelly Rafki.
Di Lapangan Blok B Koto Agung hari itu, kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan sorak dan tawa. Ia dihidupkan kembali melalui cerita perjuangan, diteteskan dalam haru, disyukuri melalui hasil bumi dan diteruskan melalui cita-cita generasi penerus. (*)
Berita Terkait :



Facebook Comments