KUA Pangkalan Koto Baru Wakili 50 Kota ke Tingkat Sumbar

KUA Pangkalan Koto Baru Wakili 50 Kota ke Tingkat Sumbar
Sarilamak, SuhaNews – Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Pangkalan Koto Baru mewakili Kabupaten Lima Puluh Kota pada penilaian KUA Inovatif tingkat Sumatera Barat tahun 2021.

Tim Visitasi dan Verfikasi Kanwil Kemenag Provinsi Sumatra Barat, yang dipimpin oleh Kasi Kepenghuluan Bidang Urais dan Binsyar, H. Syalfamart, menyambangi KUA Kecamatan Pangkalan Koto Baru sebagai perwakilan Kabupaten Lima Puluh Kota dalam penilaian KUA Inovatif ahun 2021, pada Kamis (23/12).

Dalam visitasi yang dilakukan, Syalfamart menyebut, penilaian KUA inovatif ini adalah cara Kanwil Kemenag Sumbar untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. KUA Inovatif juga merupakan Program Strategis layanan Kementerian Agama.

“Kantor Urusan Agama Kecamatan bukan hanya melayani masalah Nikah, Talak, dan Rujuk. Kepala KUA juga bertanggung jawab mensukseskan program-program strategis Kementerian Agama, seperti penguatan Moderasi Beragama di Kecamatan,” jelas Syalfamart.

Selanjutnya Kasi Kepenghuluan ini menjelaskan, bahwa KUA juga harus berinovasi dalam pelayanan kepada masyarakat, seperti pelayanan Digitalisasi data KUA, Revitalisasi KUA sebagai lembaga umat yang mampu mengayomi semua pemeluk agama di kecamatan setempat.

Syalfamart menambahkan, Inovasi dalam digitalisasi data KUA dapat dilakukan dengan memberikan layanan kartu nikah digital, pemberian informasi layanan KUA melalui publikasi medsos, melayani pengambilan kartu nikah secara digital, serta melakukan survey indeks kepuasan masyarakat melalui google form.

Dari beberapa hasil visitasi dan verifikasi data yang dilakukan, tim penilai menekankan agar dalam melayani masyarakat, KUA harus memperhatikan 10 tupoksi KUA dengan maksimal seperti layanan kalibrasi arah kiblat, menjadikan masjid sebagai Unit Pengumpul Zakat dengan pendampingan dari KUA. Selain itu, sepuluh layanan KUA yang telah dipahami harus ada sop nya

H. Safrijon, saat mendampingi Tim Penilai menemukan beberapa kasus yang menjadi tanggung jawab KUA. “Sebuah keluarga bercerai karena suami istri masing-masing mengikuti ajaran tertentu. Antara suami isteri berbeda paham. Disinilah peran KUA untuk menjelaskan arti moderasi beragama berbasis keluarga. Kasus lain ynag terjadi adalah adanya sebuah keluarga yang berwasiat kepada anaknya untuk tidak menikah dengan anggota organisasi tertentu. Tentu ini sebuah tanggung jawb besar yang harus diselesaikan oleh KUA,” kata Safrijon.

BACA JUGA  Eri Yuhadil Wakili 50 Kota pada Penilaian Penyuluh Agama Teladan Tingkar Sumbar

Safrijon menjelaskan, dari penilaian yang dilakukan, nanti akhir tahun akan diberikan penganugerahan KUA Inovatif dari Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sumatra Barat. “Kita berharap KUA Pangkalan Koto Baru bisa mewakili Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai KUA Inovatif tahun 2021. Kita mohon doa dan dukungan semua pihak untuk kasil yang terbaik,” pungkas Safrijon.Nina|Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaSolusi Air Bersih Dari Limbah Kakao Ala Mahasiswa Universitas Pertamina
Artikel berikutnyaSTIT Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah Wisuda 23 Mahasiswinya