Langgar Aturan PSBB, 116 Warga Agam Diamankan ke Mako Polres

1968
psbb
SuhaNews – Langgar aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), sebanyak 116 warga Agam diamankan Tim Gugus Tugas Covid-19  di Mako Polres di Lubuk Basung. Mereka yang diamankan merupakan warga berkumpul-kumpul di beberapa tempat. 

“Pelanggar PSBB tahap I hanya sekedar dibubarkan, sekarang harus diberi efek jera,” jelas Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan, Kamis (7/5) malam.

Dijelaskan. jajaran Polres bersama Pemerintah Kabupaten Agam melakukan monitoring dan penindakan untuk menegakkan aturan PSBB tahap II ini. Biasanya, hanya melakukan pembubaran dan sosialisasi. Kali ini  diberikan efek jera kepada masyarakat yang masih abai dan lengah dengan pemberlakuan PSBB ini

“Ya, kita kembali melakukan monitoring bersama Pemerintah Daerah,” ungkap Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan, sebagaimana dilansir dari Prokabar.com.

Warga yang kedapatan berada di kedai-kedai, saat melaksanakan patroli, jelas Kapolres, akan dibawa ke Mako Polres Agam untuk didata serta memperingatkan secara tegas.

Aksi tersebut diikuti dan disaksikan Asisten II Setda Kabupaten Agam, Yosefriawan, Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan, Ermanto, dan Kabag Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Helton.

Pelaksanaan monitoring Kamis malam, jelas Kapolres, ada beberapa lokasi. Pertama menyambangi salah satu kedai di Kampung Tangah, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung. Sebanyak 25 orang yang berada di kedai itu, langsung dibawa ke Mako Polres Agam dengan satu unit Bus.

Monitoring dilanjutkan ke  ke Lapangan Futsal Nagari Lubuk Basung dan terbawa 35 orang remaja.

“Warga yang diamankan di lokasi pertama dan kedua langsung dibawa  ke Mako Polres. Mereka diberikan pembinaan, pendataan dan peringatan,” terang AKBP Dwi Nur Setiawan.

Monitoring dan patroli dilanjutkan ke Bancah Paku, Nagari Garagahan. Di sini kedapatan 17 orang warga yang asyik berkumpul di kedai. Semuanya dibawa dengan mobil patroli. Terakhir 39 orang warga yang berada di sebuah kedai di Nagari Lubuak Basuang.

Sementara itu, Asisten II Setda Kabupaten Agam, Yosefriawan mengucapkan apresiasi kepada Kapolres Agam dan jajaran. Karena telah sangat membantu upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Agam.

“Kita mengapresiasi Kapolres dan jajaran, yang telah melakukan aksi penindakan. Meski masih berupa pembinaan dan peringatan, setidaknya ini dapat memberi efek jera kepada warga yang masih berkumpul di kedai-kedai,” ujar Asisten II Setda Kabupaten Agam, Yosefriawan.

Pelaksanaan PSBB tahap II, jelas Yosefriawan, tindakan tegas sangat dibutuhkan. Apalagi kasus warga yang  terifeksi covid-19 di Agam terus meningkat.

“Tindakan tegas ini diharapkan dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Agam,” tambah Yosefriawan.

Editor: Wewe    Sumber: Prokabar.com

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...