Lestarikan kesenian tradisi daerah, Kota Pariaman akan adakan Festival Musik Katumbak

SuhaNews–Lestarikan kesenian tradisi daerah, Kota Pariaman akan adakan Festival Musik Katumbak tingkat Sumbar (Sumatera Barat), Riau dan Jambi, setelah perhelatan Pesona Hoyak Tabuik Budaya Piaman 2022.

“Malam ini kita mengapresiasi OLC (Ota Lapau Club), atas inisiatifnya dalam mengemas 3 komunitas sekaligus dalam satu acara, yaitu Komunitas The Talua, Komunitas Seni Musik Katumbak dan OLC sendiri, yang dikemas secara sederhana tetapi sarat akan makna,” ujar Walikota Pariaman, ketika membuka Festival Seni Tradisi Katumbak dan 100 Teh Talua gratis yang diinisiasi oleh OLC, bertempat di rumah tabuik pasa, Kelurahan Karan Aur, Kecamatan Pariaman Tengah, Selasa malam (2/8).

Genius mengatakan bahwa komunitas the talua dan komonitas seni katumbak ini, merupakan budaya khas tradisi yang ada di Kota Pariaman, sehingga Pemko Pariaman menyambut baik gelaran acara ini yang digagas oleh OLC yang diketui oleh “Uncu” Alwis Ilyas ini, ucapnya.

“Kita menyambut baik acara ini, dan mudah-mudahan acara seperti ini dapat terus dilanjutkan, kearifan local kita, dapat dibangkitkan kembali, untuk mendukung Kota Pariaman sebagai Kota tujuan wisata,” tulkasnya.

Lebih lanjut Genius juga menugaskan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, untuk membuat event Festival Musik Katumbak, untuk lingkup Sumbar, Riau dan Jambi, sehingga kesenian tradisi musik Katumbak ini, akan menjadi bagian dari atraksi pariwisata Kota Pariaman.

“Festival Musik katumbak ini nantinya akan kita gelar setelah Perhelatan Tabuik, dan dilaksanakan selama satu minggu penuh, sehingga akan semakin banyak orang yang menginap di Kota Pariaman, sehingga melalui Festival Musik Katumbak tersebut, kesenian yang hampir hilang ini akan dapat kita tumbuhkan kembali,” ungkapnya.

Genius berharap, melalui komunitas yang ada ini, dapat menyuarakan juga berbagai program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Kota Pariaman, sehingga berbagai hasil pembangunan yang telah kita capai selama ini, dapat tersampaikan melalui lapau-lapau dan komunitas yang ada ini, ulasnya mengakhiri.

BACA JUGA  Gubernur Mahyeldi: Ada Empat Aspek Pengembangan Komoditi Gambir

Seni Katumbak merupakan salah satu seni tradisi Warga Pariaman, yang ada sejak zaman dahulu, dimana seni musik tradisi ini, dipadukan dengan lagu serta lirik khas Pariaman. Dan untuk Kegiatan ini sendiri, akan berlangsung selama 12 hari, sampai Tabuik Tabuang. Bagi masyarakat yang tertarik melihat pertunjukan Katumbak dan minum the talua gratis ini, dapat langsung datang ke lokasi di Rumah Tabuik Pasa, Kota Pariaman.

Grup kesenian Katumpak yang bakal tampil di antaranya Ratok Mandai, Lapitar, Anak Abak, Cemara, Mutiara dan Bugih Lamo. Dan untuk malam pembukaan ini, akan tampil grup kesenian Katumbak Ratok Mandai.

Pada kesempatan ini, Genius Umar juga menjajal menabuh gendang, bagian alat musik dalam Kesenian Katumbak, serta menyumbang sebuah lagu yang membuat suasana malam itu menjadi kian semarak, serta mencicipi The Talua yang disediakan oleh panitia.

Hadir dalam acara ini Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Yota Balad, Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman, Mulyadi, Tuo Tabuik, Indra Jaya, Ketua OLC, Alwis Ilyas, dan pengurus dan anggota OLC, serta masyarakat yang datang untuk menikmati 100 The Talua Gratis yang akan dibuat setiap malam sampai Tabuik dibuang ke laut.  Rel

Baca juga:

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakWujudkan Instalasi Rehabilitasi NAPZA, Wawako Sharing Ke Pemkab Sarolangun
Artikulli tjetërBupati Lima Puluh Kota Launching Rumah Tahfiz dan Pemakaian Baju Basiba