SuhaNews – Sitinjauk Lauik, jalur yang menghubungkan Kota PadangĀ dan Kabupaten Solok merupakan salah satu jalan ekstrem dan viral di Sumatera. Tanjakan yang panjang membuat banyak kendaraan yang terseok bahkan terhenti akibat rusak hingga menimbulkan kemacetan.
Beratnya medan juga jadi tantangan bagi pengemudi, sehingga tak sedikit pula kendaraan yang mengalami kecelakaan, mulai dari kecelakaan tunggal sampai kecelakaan beruntun yang tak jarang merenggut nyawa.

Hampir dua bulan belakangan, sejak bencana melanda Sumatera Barat pada akhir November 2025 lalu yang memurtuskan jalan utama Padang Panjang – Padang, pengguna jalan Sitinjau Lauik meningkat tajam karena jalan Lembah Anai tidak bisa dilalui
Postingan tentang kondisi arus lalu lintas Sitinjau Lauik bersilewaran setiap hari, baik yang memperlihatkan kepadatan arus lalu lintas, kecelakaan hingga kesibukan proyek fly over yang tengah berlangsung dan melibatkan puluhan alat berat dan truk bersama ratusan pekerja yang dalam prosesnya bersentuhan dengan kondisi lalu lintas.
Waktu Tempuh dari Kota Solok menuju Kota Padang dan sebaliknya yang biasanya ditempuh sekitar dua jam, sekarang nharus diperhitungkan paling cepat dua setengah jam. Hal ini dihitung dengan mempertimbangkan adanya perlambatan arus disekitar lokasi pekerjaan pembangunan fly over.
Selain kendaran besar seperti truk dan trailer yang sering mengalami gangguan saat melewati tanjakan Sitinjau Lauik, tidak sedikit pula mobil kecil yang mengalami masalah seperti kopling dan rem. Selain disebabkan usia part yang aus juga akibat kesalahan mengemudi saat mobil mengalami macet di tanjakan.
Jika ada kendaraan yang rusak terutama pada tikungan atau tanjakan, waktu bisa temouh bisa lebih lama mencapai tiga hingga empat jam.
Tak jarang pula terhenti akibat macet total bila kecelakaan yang menyebabkan kendaraan menutup seluruh badan jalan hingga tak bisa dilalui.
Yang ironi adalah, kendaraan yangĀ manombak atau melawan arus saat macet. Selain dilakukan oleh angkutan umum dan travel, ada juga kendaraan pribadi yang nekat melawan arus hingga membuat arus kendaraan terkunci tidak bisa bergerak.

Jadi untuk yang akan melewati Sitinjau Lauik, selain mempersipkan kondisi kendaraan prima juga perlu mempersiapkan fisik, karena macet dan perlambatan arus tidak bisa ditebak. Sebab setiap hri selalu ada kendaraan besar yang mogok di titik-titik rawan.
Berita Terkait :
- Truk Tergolek di Panorama 1, Sitinjau Lauik Kembali Macet Sore Ini
- Panorama Sitinjau Laut
- Kecelakaan Beruntun di Sitinjau Lauik, 5 Kendaraan Rusak Parah
- Jalur Sitinjau Laut, Macet yang Tak Berkesudahan
- Sitinjau Lauik Macet Total Selasa Pagi, Ada Kontainer Jatuh dari Truk
- Macet Parah Sitinjau Lauik Mengular Hingga ke Arosuka
- Macet Total di Sitinjau Lauik, Antrian Kendaraan Mengular Sampai ke Indarung
- Laka Beruntun di Sitinjau, L300 Hampir Masuk Jurang
- Bawa Baygon Cair, Ini Identitas Awak Truk Yang Terbakar di Sitinjau Lauik
- Tragis, Truk Masuk Jurang di Sitinjau Langsung Terbakar



Facebook Comments