Jalur Sitinjau Laut, Macet yang Tak Berkesudahan

Solok, SuhaNews – Jalur Sitinjau Laut, yang menghubungkan Solok-Padang kian padat. Macet tidak terhindarkan, apalagi setelah  banjir bandang dan tanah longsor beberapa waktu yang lalu melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Hal ini terjadi karena hujan dengan intensitas sedang hingga berat terjadi beberapa waktu lalu berturut-turut 22 sampai  dengan 27 November 2025.

Baca juga: Macet Parah Sitinjau Lauik Mengular Hingga ke Arosuka

Di Sumatera Barat, sebanyak 7 Kabupaten/Kota terkena dampak banjir bandang tersebut yakni Kota Padang, Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Kota Pariaman, Kabupaten Solok dan Kota Solok.

Bukan berarti di Kabupaten/Kota lainnya tidak terjadi bencana, hanya saja volume dampaknya tidak sebesar 7 Kabupaten/Kota tersebut. Seperti halnya di daerah Kabupaten Lima Puluh Kota juga terjadi bencana seperti di daerah Koto Tinggi juga mengalami dampak bencana.

Musibah ini menyebabkan banyak akses jalan yang putus, baik jalan yang menghubungkan antar desa, antar kota dalam provinsi bahkan antar kota antar provinsi.

Salah satunya jalur Lembah Anai tidak luput dari bencana, sehingga akses jalan dari Bukittinggi dan dari Provinsi Riau yang biasanya lebih cepat sampai di Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumatera Barat tidak bisa dilalui.

Satu-satunya akses jalan saat ini yang bisa dilalui hanyalah jalur Sitinjau Laut.

Kita sama-sama mengetahui bahwa jalur Sitinjau Laut sangat ekstrim baik pendakian, penurunan serta jurang-jurang yang sangat dalam.

Saat ini, semua kendaraan dari berbagai tempat dan berbagai jenis dan ukuran untuk menuju Kota Padang melalui jalur Sitinjau Laut. Hal ini menimbulkan kemacetan yang luar biasa setiap hari.

BACA JUGA  Ada Tumpahan Minyak, Sitinjau Macet Parah, Polisi Berlakukan Buka Tutup

Selama 24 jam, kalau kita melewati jalur sitinjau Laut memberikan pemandangan yang tidak sedap dan membuat stress. Kalaupun kendaraan bisa bergerak di jalur Sitinjau Laut paling tinggi hanyalah dalam bentuk padat merayap.

Jangankan mini bus, kadangkala kendaraan Ambulan sulit juga untuk lewat. Apalagi ketika ada kendaraan jenis truk yang rusak atau terbalik di jalan, minyak CPO yng tumpah, akan menambah daftar panjang macet.

Saat ini, paling cepat dari Solok ke Padang membutuhkan waktu sekitar 4 jam, itupun bagi sopir yang berani menerobos ambil jalur kanan, tapi itu sangat beresiko.

Ketika kendaraan dari arah yang berlawanan masuk, tentu akan menambah macet lagi.

Karena ulah oknum sopir yang seperti itu, kadang kala menimbulkan keributan di jalan dan bisa berujung perkelahian.

Bagi yang bekerja bolak-balik dari Padang ke Solok atau sebaliknya, hal ini tentu akan mengganggu kinerja dan produktivitas.

Sampai kapankah penderitaan ini akan berakhir? Semoga pihak yang terkait bisa membantu untuk menyelesaikan masalah ini. Semoga. Feri F

Baca juga: Macet Total di Sitinjau Lauik, Antrian Kendaraan Mengular Sampai ke Indarung

Facebook Comments

Google News