Mahasiswa KKN KenalkanHandzsanitizier Herbal di IX Korong

95
mahasiswa
Solok, SuhaNews. Sebanyak 25 mahasiswa Unand dan UNP melakukan penanaman tanaman Herbal sekaligus sosialisasi cara pembuatan Handsanitizer yang terbuat dari tanaman herbal yaitu daun sirih dan jeruk nipis kepada masyarakat sebagai wujud kepedulian mahasiswa dalam menjaga masyarakat terhadap dampak covid -19 dan juga mengakhiri Program Pendidikan Lapangan (PPL)/KKN di PMI kota Solok pada Rabu (15/07) di posko kampung tangguh IX Korong.

Acara tersebut juga dihadiri oleh kapolsek kota Solok AKP.Isburman bersama SATGAS cov-19 dan Team Kelurahan Tangguh IX Korong “kata salah satu satgas cov-19 Meri Yanti kepada Suhanews.

Meri Yanti menambahkan bahwa mahasiswa PPL tersebut juga membagikan dan menanam Bibit tanaman herbal masing masing 20 batang/jenis tanaman obat untuk masing masing divisi, sementara setiap Divisi kampung Tangguh jelas Mery ada 3 yakni keamanan, pangan & kesehatan”,ucapnya.

Kedatangan mahasiswa tersebut jelas Meri memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus sharing ilmu sehingga bermanfaat terutama bagi tim Satgas yang terdiri dari (RT,RW,Ketua Pemuda, ketua LPMK, Babhinkhantibmas, Babinsa serta aparatur kelurahan), Mudah mudahan sharing ilmu dan kegiatan mahasisw PL bisa memberi manfaat untuk kita semua”,jelas Meri.

sementara Kapolsek Kota Solok AKP.Isburman yang hadir dalam kesempatan itu sangat mengapresiasi apa yang dilakukan adik adik mahasiswa, dengan adanya sharing ilmu tentang pembuatan hand sanitizer herbal ini merupakan sebuah terobosan baru sehingga akan meringankan beban masyarakat artinya masyarakat tidak perlu lagi membeli di toko dengan harga mahal “,ulas Kapolsek.

sebenarnya Tujuan utama dibentuknya kampung tangguh ini jelas Kapolsek agar masyarakat aware (peduli) dengan pencegahan penyebaran Covid-19. Adanya kampung tangguh bisa mendorong masyarakat lebih taat dan tertib dalam menjalankan protokol kesehatan di lingkungannya.

“Salah satu Konsep kampung tangguh yaitu tersedianya tempat isolasi bagi warga sekitar yang terpapar Covid-19. Meski ruang isolasi yang disediakan di setiap kampung tangguh tidak banyak ini bisa membantu penanganan pasien Covid-19 yang jumlahnya semakin hari semakin meningkat, semoga kita selalu waspada dg tetap melaksanakan protokol kesehatan di Era new Normal ini”, tutup Kapolsek.

selanjutnya salah satu nara sumber dari mahasiswi yg membuat Handsanitizer Hasnah menjelaskan Cara pembuatan handsanitizer tersebut dengan mengambil daun sirih sebanyak 10 helai dan 3 buah jeruk nipis.

kedua bahan tersebut jelas Hasnah dicuci dan dipotong tipis tipis lalu direbus dengan air 1,5 gelas sampai mendidih selanjutnya peras jeruk nipis dan disaring kemudian biarkan dingin setelah itu masukkan kedalam botol”,ungkapnya.

“Handsanitizer hasil racikan dari daun sirih dan jeruk nipis bisa Bertahan selama 2 minggu, pemakaiannya pun sama seperti hand sanitizer yang dijual dipasaran, namun kelebihan nya selain ramah lingkungan bahan bahan tersebut juga sangat mudah ditemukan”, ucap Hasnah bersemangat.

selesai sosialisasi 25 orang mahasiswa tersebut membagikan Handsanitizer hasil racikan mereka kepada semua peserta yg hadir dan secara simbolis diwakili oleh Sekretaris Lurah Anita, sementara sekretaris Lurah Anita mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada rekan rekan mahasiswa.

reporter : Dedi editor : Moentjak

Facebook Comments

loading...