MAN 2 Bukittinggi Tentukan Penjurusan Siswa Kelas X Berdasarkan Hasil Psikotes

MAN 2 Bukittinggi Tentukan Penjurusan Siswa Kelas X Berdasarkan Hasil Psikotes
Bukittinggi, Suhanews–Penerapan kurikulum 2013 mewajibkan siswa mengambil jurusan atau peminatan dari kelas X. agar tidak terjadi salah peminatan bagi siswa baru, MAN 2 Bukittinggi menempatkan siswa kelas X berdasarkan hasil psikotes yang telah diikuti siswa baru beberapa waktu lalu.

MAN 2 Bukittinggi bekerjasama dengan Inspirasi Consulting melakukan psikotes agar mendapatkan hasil yang tepat dan maksimal. Psikotes merupakan serangkaian tes yang dilakukan siswa dalam mengungkap profil, bakat, minat hingga jenjang karir yang tepat.

Untuk lulus dalam serangkaian tes tersebut siswa tidak perlu latihan khusus  yang dibutuhkan adalah konsentrasi , kejujuran serta daya tahan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Pelaksanaan tes ini dilaksanakan di MAN 2 Bukittinggi berlangsung dari pagi hingga siang. Adapun penentuan peminatan siswa di tingkat MA   tercantum dalam Permendikbud Nomor 64 Tahun 2014 tentang peminatan.

Jum’at (14/07) Cici Amelia guru Bimbingan Konseling MAN 2 Bukittinggi menjelaskan. “kami mewajibkan siswa baru untuk mengikuti psikotes ini agar nantinya siswa tidak salah memilih penjurusan atau peminatan. Melalui tes psikologi dapat tergambar secara utuh  seorang individu termasuk tingkat IQ. Kami juga menyampaikan hasilnya pada siswa dan orang tua sebagai dasar acuan dalam pemilihan jurusan maupun dalam pemilihan karir sehingga siswa tersebut tidak akan merasa terjebak dalam pemilihan jurusan. Pemilihan jurusan tidak ada unsur pemaksaan agar siswa merdeka dalam belajar. Apalagi kita tahu dalam Kurikulum 2013 memberikan kesempatan secara menyeluruh dan terbuka kepada siswa untuk mengembangkan bakat, minat serta perbedaan individu, “papar guru BK lulusan Psikologi ini.

Deswita selaku Waka Kurikulum  memaparkan. ’’pelaksanaan tes psikologi ini sepenuhnya difaslitasi MAN 2 Bukittinggi dengan bantuan dana BOS. Dalam kurikulum 2013 penjurusan dimulai sejak kelas X, kita  berharap siswa lebih fokus pada jurusan yang dia minati karena ini berkaitan dengan pemilihan jurusan di Perguruan Tinggi. Hasil tes psikologi ini juga menjadi dasar bagi kami untuk mengenal siswa sehingga guru- guru dapat menghadapi siswa sesuai dengan karakteristik belajarnya,”

BACA JUGA  Gagalkan Penyeludupan Narkoba ke Lapas, Petugas Terima Penghargaan

Deswita berharap, berdasarkan hasil tes yang diolah Inspirasi Consulting kami mendapatkan lebih banyak peminatan siswa pada jurusan IPA, dibanding IPS dan keagamaan. Hasil tersebut kami sampaikan kepada orangtua dan siswa sehingga tidak ada siswa yang merasa salah jurusan. Psikotes ini dapat menggambarkan bakat dan minat setiap siswa sampai ke daya tahan belajarnya. Psikotes ini sangat mempermudah kami dalam pembagian kelompok peminatan antara siswa yang memiliki kemampuan atau potensi dibidangnya masing-masing. Menurut kami pelaksanaan pikotes untuk penempatan jurusan bagi siswa kelas X merupakan upaya yang strategis dalam memberikan fasilitas kepada siswa untuk menyalurkan bakat, minat,dan  kemampuan untuk dikembangkan secara maksimal. Sehingga kedepannya akan tercipta siswa yang tekun dalam mempersiapkan jenjang karir mereka kedepannya.

Ditemui humas Plt. Kepala MAN 2 Bukittinggi Fadhlina Syarif menyampaikan “ untuk mewujudkan madrasah hebat bermartabat MAN 2 Bukittinggi komitmen memberikan pelayanan maksimal dalam menyiapkan siswa baru tahun ajaran 2022- 2023. Tahun ini kami bekerjasama dengan lembaga Inspirasi Consulting agar dapat membantu guru BK dalam  menentukan peminatan dan bimbingan karir siswa. Hasil psikotes juga membantu guru- guru yang mengajar dalam menentukan model pembelajaran, media serta evaluasi yang tepat kepada siswa. Semoga tidak ada lagi siswa yang merasa salah penjurusan atau terpaksa memilih jurusan. jelas Kepala tamatan ITB ini. (Yuli/Yal).

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakGambaran Jiwa Jamaah Haji Kota Bukittinggi Jelang Tinggalkan Tanah Suci
Artikulli tjetërMenuju KTT G20, Ini Cara Millenials dan Gen Z Sukseskan Presidensi G20 Indonesia!