Bukittinggi, SuhaNews | Lonjakan arus mudik dalam beberapa hari terakhir membuat kota wisata ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Tingginya jumlah pemudik menyebabkan hotel dan penginapan penuh, memaksa ratusan orang mencari alternatif tempat beristirahat. masjid ramah
Di tengah kondisi tersebut, beberapa masjid di Bukittinggi hadir sebagai solusi nyata. Sejumlah rumah ibadah seperti Masjid Tabligiyah Garegeh, Masjid Muchlisin Manggih, dan Masjid Jami Birugo, Masjid Jami Surau Gadang dan Masjid Nurul Wathan disulap menjadi tempat singgah sementara bagi para pemudik.

Tak sekadar untuk beribadah, masjid-masjid ini kini menjadi “rumah kedua” bagi para pelintas. Mereka dapat beristirahat, melepas lelah, menginap dengan aman dan nyaman hingga mandi setelah menempuh perjalanan panjang dari berbagai daerah seperti Riau, Jambi, Bengkulu, Sumut, Bengkulu, Palembang, Lampung termasuk Jakarta dan Jateng.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Kota Bukittinggi, H. Zulfikar, S. Ag, turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan memastikan pelayanan berjalan optimal.
Dalam kunjungannya ke Masjid Mukhlishin Manggih Jl. Soekarno Hatta sebagai salah satu dari lima masjid yang ditetapkan sebagai “Masjid Ramah Pemudik” di Kota Bukittinggi beliau menyampaikan.
“Alhamdulillah, masjid ramah pemudik di Kota Bukittinggi sangat bermanfaat. Para pemudik bisa beribadah, beristirahat, dan menginap dengan nyaman serta aman. Pelayanan yang diberikan juga sangat baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas pemudik yang memanfaatkan fasilitas ini datang dari luar kota dan provinsi, menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Melalui program ini, Kementerian Agama Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan maksimal bagi pemudik, baik yang hanya melintas maupun yang sengaja berkunjung ke kota wisata ini.
Fenomena ini sekaligus menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat Bukittinggi. Di tengah keterbatasan fasilitas penginapan, masjid hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang kemanusiaan—tempat bernaung bagi siapa saja yang membutuhkan. (Syafrial)
Berita Terkait :
- Pemudik Nyaman Singgah di Masjid Jihad Batang Pamo
- Club Motor Singgahi Masjid Ihsan Kajai Koto Baru, Istirahat Menjelang Pagi
- Masjid Ihsan Kajai, Masjid Ramah Pemudik di Jalan Solok – Padang
- Ini Masjid Ramah Pemudik di Lintas Sumatera dalam Wilayah Kabupaten Solok
- Dilaunching Kakan Kemenag, Kab. Solok Siapkan 56 Masjid Ramah Pemudik
- Masjid Berada di Jalur Mudik di Kabupaten Solok Disiapkan untuk Istirahat Pemudik
- 6.859 Masjid Siap Disinggahi Pemudik 2026



Facebook Comments