“Masjid Ramah Pemudik” Jadi Penyelamat Di Tengah Lonjakan Pengunjung Kota Bukittinggi

Bukittinggi, SuhaNews | Lonjakan arus mudik dalam beberapa hari terakhir membuat kota wisata ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Tingginya jumlah pemudik menyebabkan hotel dan penginapan penuh, memaksa ratusan orang mencari alternatif tempat beristirahat. masjid ramah
Di tengah kondisi tersebut, beberapa masjid di Bukittinggi hadir sebagai solusi nyata. Sejumlah rumah ibadah seperti Masjid Tabligiyah Garegeh, Masjid Muchlisin Manggih, dan Masjid Jami Birugo, Masjid Jami Surau Gadang dan Masjid Nurul Wathan disulap menjadi tempat singgah sementara bagi para pemudik.

IMG 20260327 WA0032 e1774599608819

Tak sekadar untuk beribadah, masjid-masjid ini kini menjadi “rumah kedua” bagi para pelintas. Mereka dapat beristirahat, melepas lelah, menginap dengan aman dan nyaman hingga mandi setelah menempuh perjalanan panjang dari berbagai daerah seperti Riau, Jambi, Bengkulu, Sumut, Bengkulu, Palembang, Lampung termasuk Jakarta dan Jateng.

 

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Kota Bukittinggi, H. Zulfikar, S. Ag, turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan memastikan pelayanan berjalan optimal.

Dalam kunjungannya ke Masjid Mukhlishin Manggih Jl. Soekarno Hatta sebagai salah satu dari lima masjid yang ditetapkan sebagai “Masjid Ramah Pemudik” di Kota Bukittinggi beliau menyampaikan.

“Alhamdulillah, masjid ramah pemudik di Kota Bukittinggi sangat bermanfaat. Para pemudik bisa beribadah, beristirahat, dan menginap dengan nyaman serta aman. Pelayanan yang diberikan juga sangat baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, mayoritas pemudik yang memanfaatkan fasilitas ini datang dari luar kota dan provinsi, menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

IMG 20260327 WA0019 e1774599682984

 

Melalui program ini, Kementerian Agama Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan maksimal bagi pemudik, baik yang hanya melintas maupun yang sengaja berkunjung ke kota wisata ini.

BACA JUGA  Malam Minggu, Polres Solok Patroli di Beberapa Titik Antisipasi Balap Liar

Fenomena ini sekaligus menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat Bukittinggi. Di tengah keterbatasan fasilitas penginapan, masjid hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang kemanusiaan—tempat bernaung bagi siapa saja yang membutuhkan. (Syafrial)

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News