Merajut Senyum Anak Yatim dan Dhuafa di Nagari Tanjuang Balik Sumiso, Tigo Lurah

Merajut Senyum Anak Yatim dan Dhuafa di Nagari Tanjuang Balik Sumiso, Tigo Lurah

Sehari Bersama Anak Yatim dan Dhuafa untuk Merajut Senyum Anak Nagari di Nagari Tanjuang Balik Sumiso, Tigo Lurah

Oleh : Fisra Riyanti

Squad Until Jannah yang sekarang mempunyai nama resmi yaitu, Walyatama. Komunitas Walyatama pada 31 Oktober – 1 November 2020 kembali mengadakan kegiatan “Sehari Bersama Anak Yatim dan Dhuafa” dengan tema “Merajut Senyum Anak Nagari.” kali ini mereka mereka mengadakan kegiatan tertinggal di Nagari Tanjuang Balik Sumiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok.

Merajut Senyum Anak Yatim dan Dhuafa di Nagari Tanjuang Balik Sumiso, Tigo Lurah

Nagari Tanjuang Balik Sumiso yang biasa dikenal dengan sebutan Nagari Sumiso ini juga merupakan salah satu daerah tertinggal di Kabupaten Solok. Total waktu tempuh perjalanan tersebut, termasuk istirahat untuk shalat memakan waktu 5 jam. Kegiatan “Sehari Bersama Anak Yatim dan Dhuafa” di Sumiso ini merupakan kegiatan yang kempat kalinya setelah mengadakan kegiatan yang sama di Kapujan (Tigo Lurah), Taratak Teleng (Hiliran Gumanti) dan Kipek (Payuang Sekaki).

Tim Walyatama berangkat dari Solok menuju Sumsio sekitar jam 14.30. Setelah melaksanakan shalat ashar di Sirukam mereka kembali melanjutkan perjalanan ke Sumiso pukul 16.15 menit. Dan beristirahat lagi untuk melaksanakan shalat magrib di Nagari Rangkiang Luluih. Dari Nagari Rangkiang Luluih menuju Sumiso, sekitar 5 – 6 km perjalanan jalanan masih bagus meski melewati hutan rimba di kiri kanan jalan. Tapi sekitar 3 km lagi setelahnya, pertualangan sesungguhnya baru dimulai.

Jalanan yang kemudian kami lewati bukan lagi jalanan tanah berbatu tapi jalanan berbatu. Tidak hanya batu-batu kecil, tapi batu-batu besar juga memenuhi badan jalan. Di sepanjang badan jalan berbatu, terdapat beberapa palung bekas aliran air di kalahujan. Jumlah palung aliran air pada lebar jalan tidak hanya satu, tapi sampai dua atau tiga buah aliran palung. Sebuah perjalanan yang membua tnyali menjadi ciut.

Di beberapa titik, teman-teman anggota Walyatama yang berboncengan memilih turun dari motor dan berjalan. Mereka gamang berboncengan di jalanan berbatu yang gelap dan banyak pula palungnya. Karena kalau tidakhati-hati sekali, motor bisa-bisa terpeleset pada kemiringan palung air tersebut. Melihat jalanan yang demikian timbul kekhawatiran kami anggota komunitas Walyatama, kuatir akan kemungkinan tersesat. Tapi setelah melewati perjalanan sekitar 2 km, kami melihat cahaya lampu dari satu rumah pemduduk,maka kami pun kembali menemukan harapan.

Wali Nagari Sumiso, Bapak Joni Putra, S.Pd, dan anak-anak peserta kegiatan “Sehari Berasama Anak Yatim dan Dhuafa menyambut baik kedatangan tim Walyatama. Setelah melakukan ramah tamah, tim Walyatama dibagi menjadi dua, yakni : tim memasak dan tim pendampingan. Tim memasak memasak makanan untuk makan malam bersama anak-anak peserta. Sedangkan tim pendamping melakukan berbagai kegiatan bersama anak-anak peserta.

Setelah tim Walyatama dan anak peserta selesai makan bersama, acara berikutnya hanyalah acara santai sembari menunggu waktu tidur. Semua peserta menginap di kantor Wali Nagari Sumiso tersebut. Anak-anak peserta laki-laki tidur di ruangan pertemuan Wali Nagari Sumiso, sedangkan anak-anak perempuan tidur di salah satu ruang di dalam kantor

Pukul empat dini hari, tim dan anak-anak peserta melakukan shalat tahajud berjamaah, dilanjutkan dengan mengaji bersama hingga pelaksanaan shalat subuh berjamaah. Setelah melaksanakan shalat subuh anak-anak peserta menghafal surah pendek hingga pukul 7 pagi. Mereka juga melakukan senam pagi bersama di halaman kantor wali nagari.

Merajut Senyum Anak Yatim dan Dhuafa di Nagari Tanjuang Balik Sumiso, Tigo Lurah

Untuk sarapan, anak-anak peserta tersebut dijamu dengan nasi soto ayam. Alhamdulillah, mereka menikmati nasi soto tersebut karena rasanya yang sangat enak. Dan juga karena menurut mereka, sebelumnya mereka belum pernah mencoba menikmati soto ayam. Setelah makan anak-anakpeserta ini praktek menggosok gigi yang benar. Sikat gigi disediakan untuk masing-masing anak supaya anak-anak tersebut bisa langsung mempraktekkan langsung.

Acara yang paling menarik bagi anak-anak tersebut adalah permainan-permainan outbond yang dilakukan di halaman SMP 3 Tigo Lurah, Sumiso. Mereka melakukan berbagai macam permainan yang menarik secara berkelompok. Dan tidak lupa mereka juga turun ke sungai yang airnya jernih untuk melakukan permainan balon air. Anak-anak tersebut terlihat sangat gembira menikmati rangkaian acara tersebut.

Setelah shalat zhuhur dan makan siang, acara dilanjutkan dengan kolase, merangkai potongan-potongan kertas yang tulisan dasarnya adalah Allah Muhammad. Puncak acara adalah pemberian hadiah-hadiah kepada anak-anak dengan berbagai kategori. Tidak hanya hadiah berupa alat tulis dan makanan ringan, tetapi juga berupa santunan uang buat semua peserta. Setelah selesai pemberian hadiah, berakhir pula rangkaian acara “Sehari Bersama Anak Yatim dan Dhuafa” di Kenagarian Sumiso, Tigo Lurah, Solok.

Pukul setengah lima, anak-anak tim Walyatama aka Squad Until Jannah pulang ke Solok dengan seulas senyum kebahagian karena. Bahagia karena sudah membersamai anak-anak yatim dan dhuafa. Bahagia sudah membuat anak-anak yatim dan dhuafa tersebut tertawa ceria dan bahagia.

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...