MIN Kota Solok Kembali Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi Guru

Terus Tingkatkan Kompetensi Guru, MIN Kota Solok Kembali Gelar Workshop
Solok, SuhaNews. Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kota Solok terus meningkatkan kompetensi guru dengan kembali menggelar workshop. Ikut bergabung sebagai peserta guru dari MIS Kampung jawa dan MIS Rabbani kota Solok.

Selang beberapa hari setelah workshop Computational thingking (CT) diselenggaran, Madrasah Ibtidaiyah Negeri Kota Solok kembali mengelar Workshop dalam rangka memberikan bimbingan kepada guru tentang integrasi kedalam materi anti korupsi dan lalu lintas Pada mata pelajaran yang diajar,Sabtu (26/06)di MIN Kota Solok.

Dalam sambutannya kepala MIN Kota Solok Joni, S.Ag.M.MPd  menjelaskan bahwa workshop kali ini merupakan workshop  yang kedua dimasa liburan, walaupun guru dalam kondisi libur, tetapi tetap semangat dan bersungguh-sungguh untuk mengikuti  kegiatan ini yang dibuktikan dengan kehadiran semua guru baik guru kelas maupun guru bidang studi.

Dalam kegiatan ini jelasnya, tuan rumah juga mengundang guru dari MIS Kampung jawa dan MIS Rabbani kota solok, sedangkan tujuan dari workshop kali ini adalah agar pelaksanaan proses pembelajaran guru mampu mengintegrasikan materi dengan materi anti korupsi serta pembiasaan lalu lintas dalam kehidupan keseharian siswa.

Acara workshop dihadiri dan dibuka langsung oleh  Kakan Kemenag kota solok H.Eri Iswandi, MA, dikatakanya bahwa materi anti korupsi dan lalulintas ini sangat penting hari ini di sampaikan kepada anak-anak kita mengingat dua hal ini bisa merusak tatanan kehidupan ditengah masyarakat.

Oleh karna itu perlu penanaman sejak dini. Lebih Lanjut H.Eri juga mengapresiasi seluruh guru yang  ikut dalam kegiatan workshop walau susana liburan sekolah, disini terlihat bahwa guru-guru madrasah tidak pandang waktu kalau itu terkait dengan tugas insyaallah akan diikuti dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Khusus untuk Permasalahan korupsi di Indonesia tambah H.Eri sudah sampai pada taraf menimbulkan skeptisime semua kalangan, termasuk anak anak, Maka dari itu mendesain workshop Anti korupsi agar menjadi sebuah pembelajaran yang menarik sangat penting untuk memperkuat aspek kognitif, kuncinya mengoptimalkan intelektual, sifat kritis dan etika integritas.

BACA JUGA  Wako Solok Tandatangani MoU dengan IAIN Batusangkar

“Sedangkan guru sendiri harus menjadi komunikator, fasilitator dan motivator yang baik bagi murid. Serta Peran pimpinan seperti kepala sekolah juga diperlukan untuk menciptakan Sekolah sebagai land of integrity yang mendukung efektifitas pendidikan Anti-korupsi itu sendiri”,tutupnya.

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaPawai Khatam Al-Quran, Bupati Agam Andri Warman: Santri Hendaknya bisa Menjadi Hafiz
Artikel berikutnyaMeski Terbatas Fisik, Atlet Paralympic Raih Juara Umum