MTsN 4 Liko Tingkatkan Kompetensi Guru dengan Lokakarya Computational Thinking

Gadut, SuhaNews. Meningkatkan kompetensi guru sekaligus memajukan madrasah dengan komputerisasi, MTsN 4 Limapuluh Kota (Liko) menggelar lokakarya bertajuk Computational Thinking.

Untuk optomalnya Computational Thinking di MTsN 4 Limapuluh Kota, diundang Dr. Supriadi Dosen FTIK IAIN Bukittinggi sebagai narasumber pada acara yang berlangsung sejak Senin (28/6) hingga Selasa (29/6), dan dibuka oleh Kepala Kantor Kemenag H. Naharudin.

“Computational Thinking sebenarnya sudah ada semenjak manusia ada. Baru buming seiring dengan perkembangan teknologi sekitar tahun 2020. Perkembangan Computational Thinking sesuai dengan perkembangan cara fikir manusia,” papar Supriadi memulai materinya.

Ia mengurai, Computational Thinking lahir dari berbagai perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam diri manusi. Perbedaan genetik, proses pengalaman, cara berfikir, dan perbedaan dalam cara menyelasaikan masalah adalah beberapa faktor pendukung dalam perkembangan Computational Thinking.

“Secara sederhana Computational Thinking juga bisa diartikan sebagai cara berfikir manusia yang logis, terstruktur dan kreatif. Berfikir kreatif akan menunjukan kualitas diri seseorang. Berfikir kreatif adalah berfikir dengan menciptakan sesuatu yang baru atau befikir tentang sesuatu yang sudah ada namun diramu dan diracik dengan cara yang belum pernah dilakukan oleh orang lain,” lanjut Putra kubang Putiah ini.

Selanjutnya, Dosen FTIK IAIN Bukittinggi ini menjelaskan, seorang tenaga pendidik harus menggunakan cara ferfikir yang Computational Thinking.

“Kemajuan teknologi yang pesat menuntut tenaga pendidik harus befikir kreatif. Semakin seseorang berfikir secara Computational Thinking, semakin kuat dia menghadapi peserta didik, terutama dalam proses belajar mengajar saat ini,” jelasnya.

Supriadi juga menekankan bahwa, tenaga pendidik harus siap menghadapi generasi saat ini yang disebut dengan generasi Alfa. Generasi Alfa adalah generasi yang hanya tau tentang kesenangan, pencinta hal instant dan tidak tahan terhadap tantangan.

BACA JUGA  Kakanwil Kemenag Sumbar Tinjau Lokasi Pembangunan KUA Kubung

Dalam lokakarya selama dua hari ini, peserta juga diberi kesemlatan untuk bertanya dan diskusi sebagai pengayaan materi oleh narasumber.

Kepala MTsN 4 Limapuluh Kota, Moh. Arif Hidayat kepada SuhaNews mengatakan, kegiatan ini sebagai salah satu uoaya mewujudkan madrasah hebat bermartabat. Terkait kegiatan ini, slogan tersebut diraih dengan menggabungkan teknologi kedalam kegiatan pendidikan.

Disebutnya juga, sebelum ini MTsN 4 Limapuluh Kota juga telah memanfaatkan teknologi, baik dalam manajemen mafdrasah maupun dalam kegiatan belajar mengajar. Namun masih dirasa belum optimal, karena teknologi meurpakan suatu ilmu yang pesat perkembangannya.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para tenaga pendidik dan kependidikan disini, makin terbuka wawasannya untuk memperbanyak melibatkan teknologi dalam kegiatan sehari-hari. Karena sekarang teknologi, khususnya internet merupakan suatu hal yang tak bisa ditinggalkan,” pungkasnya.

reporter : Nina editor : Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumya2 Penghulu dari Kota Bukittinggi Dipercaya Jadi Pengurus PW APRI Sumbar
Artikel berikutnyaKebakaran di Pasar Blok B Sitiung Hangus 6 Petak Ruko