Niro Talua, Minuman Khas Nagari Andaleh Baruah Bukik, Tanah Datar

nag
Tanah Datar, SuhaNews –  Jika suatu saat Anda berkunjung ke Nagari Andaleh Baruah Bukik, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar jangan lupu menikmati Niro Talua (Air Nira/aren dicampur Telur), minuman khas masyarakat setempat.
Niro Talua tidak banyak ditemukan di Sumatera Barat. Minuman bercitarasa khas ini, banyak diburu wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Jika sudah pernah mencicipi, Anda ingin kembali lagi karena niro talua termasuk kuliner langka dan khas nagari.
“Niro Talua tersedia di kedai-kedai di tepi jalan menjelang Puncak Pato atau menuju Lintau Buo dari arah Sungayang,” ujar Hernalis salah seorang pembuat Niro Talua.
nagMinuman ini, jelas Hernalis, dipercaya masyarakat mempunyai bermacam khasiat, seperti menambah stamina, membuat badan terasa segar, menambah konsentrasi, menyehatkan jantung dan kulit yang juga kaya protein.
Niro Talua ini semakin dikenal dan menjadi buruan pecinta kuliner dari dalam maupun luar daerah untuk merasakan sensasinya.
“Kadang ada wisatawan yang datang dengan bus pariwisata yang berkunjung hanya untuk merasakan cita rasa dan sensasi minum Niro Talua buatannya,” tambah Hernalis.
Banyak masyarakat Sumatera Barat baik dari Tanah Datar maupun luar Tanah Datar yang sengaja mendatangi Andaleh Baruah Bukik hanya untuk meneguk segelas niro talua.
“Kalau dulu mungkin hanya masyarakat di sekitar ini yang tahu, tapi sekitar lima tahun belakangan mulai banyak didatangi masyarakat luar, bahkan ada yang datang dengan menggunakan mobil pariwisata,” katanya.
Menurutnya yang menjadi daya tarik hingga dikenalnya minuman niro talua di kalangan masyarakat selain karena unik dan khasiatnya, minuman itu hanya ada di Nagari Andaleh Baruah Bukik saja.
Hernalis mengatakan minuman niro talua ada di Nagari Andaleh Baruah Bukik karena di daerah tersebut banyak pohon aren sehingga warga setempat berinisiatif menjadikan pohon itu sebagai ladang mata pencarian mereka.
“Ada yang memanfaatkan buah aren menjadi kolang-kaling untuk bahan kolak, dan ada juga yang menjadikan air nira untuk membuat gula aren dan gula semut,” jelas Hernalis.
Awalnya, jelas Hernalis, masyarakat hanya mengolah air aren untuk dijadikan gula, lalu kami coba-coba untuk membuat minuman yang dicampur telor namanya niro talua, ternyata rasanya enak dan disukai masyarakat.
Ia mengaku saat ini bisa menghabiskan dua galon air nira dalam satu hari untuk dikonsumsi.
“Alhamdulillah, penjualan cukuplah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari walau kami menjual satu gelas air nira murni dihargai seharga Rp4 ribu,” ujarnya.
nag
Kadai Niro Talua
Sementara salah seorang warga Bukittinggi, Adek, mengatakan minuman niro talua memiliki rasa tersendiri dan hanya bisa didapatkan di Nagari Andaleh Baruah Bukik Tanah Datar.
Ia mengaku setiap ada kesempatan untuk berlibur ke Tanah Datar ia menyempatkan diri untuk singgah ke Nagari itu untuk menikmati niro talua.
“Saya sering ke sini minum niro talua, kali ini bersama keluarga dan menantu yang pulang dari Jakarta. Kalau teh talua dan kawa daun sudah biasa, tapi ini air niro, dan hanya ada di Nagari Andaleh Baruah Bukik ini,” katanya. (Dajim)

Baca juga:

Facebook Comments

BACA JUGA  Walikota Padang Bina Pemilik dan pengelola homestay
loading...