Pasien Covid-19 di Bukit Kanduang Jalani Isolasi Mandiri, 3 dari Surian Dinyatakan Sembuh

1770
kab
Arosuka, SuhaNews. Kabar baik datang dari pasien positif Covid-19 asal nagari Surian kec. Pantai Cermin. 3 dari 4 pasien yang sebelumnya menjalani karantina di BPSDM Padang dinyatakan sembuh. Sedangkan 1 pasien di Bukit Kandung X Koto Diatas menjalani isolasi mandiri.

Ketiganya adalah MZ (35) anak almarhum S yang meninggal dalam perawatan di RSUP M. Djamil Padang yang juga pasien positif Covid-19 pertama di Kab. Solok.

covid

Kemudian M (41) suami dari MZ yang juga menantu dari S. Anak dari M dan MZ yang masih balita RM (3) juga dinyatakan sehat setelah menjalani swab test.

Sedangkan E (52) yang merupakan ibu dari MZ masih menjalani perawatan di Semen Padang Hospital. Demikian informasi yang disampaikan oleh Jubir penanganan Covid-19 Kab. Solok Syofiar Syam kepada media.

3 Pasien yang merupakan satu keluarga ini sebelum dinyatakan sembuh dan dibolehkan pulang, menjalani dua kali swab test. Masing-masing pada tanggal 4 Mei dengan hasil negatif, kemudian pada tanggal 10 Mei hasilnya juga negatif. Atas hasil tersebut ketiganya dinyatakan sembuh.

Ketiganya sudah diperbolehkan pulang ke rumah pada Minggu (10/5), dan untuk kepulangan mereka dijemout oleh tim Puskesmas Surian sekaligus akan memantau kondisi ketiganya hingga beberapa hari ke depan.

Sementara itu pasien positif Covid-19 lainnya dari Kab.Solok, yakni EF (49) yang beralamat di Bukit Kanduang kec. X Koto Diatas memilih menjalani isolasi mandiri di rumah, setelah (8/5) yang lalu hasil swabnya dinyatakan positif.

Berita Terkait : Pasien Positif Covid-19 di Kab. Solok Pernah Datangi RSUD Padang Panjang

Kepada SuhaNews EF menceritakan riwayatnya hingga dinyatakan positif Covid-19 ini. Sebagai Kader Posyandu, ia ikut mendampingi satu warga inisial M yang usai melahirkan mengalami gangguan kesehatan. M dilarikan ke RSUD Padang Panjang untuk mendapatkan pertolongan pada 23 April 2020.

Karena saat itu beberapa tenaga medis di RSUD Padang Panjang mulai ada dinyatakan positif, maka EF bersama 7 orang lainnya juga diambil spesimen untuk menjalani swab test pada 5 mei 2020. Saat hasil swab keluar, hanya EF diantara yang 7 orang tersebut dinyatakan positif.

EF juga menyebutkan jika saat ini anak dan suaminya juga tengah menunggu hasil swab test. Dan ia sendiri kembali akan menjalani swab test kedua setelah 10 hari dari test pertama.

Sementara itu Camat X Koto Diatas Teta Midra membenarkan kondisi ini. Ia berharap masyarakat untuk ikut mensupport kesembuhan pasien EF, dengan memberikan dukungan moril.

“Covid-19 bukan aib, itu musibah yang tak dikehendaki oleh siapapun. Untuk itu mari lindungi diri kita dengan menjalankan semua protokol pencegahan Covid-19 dan petunjuk kesehatan lainnya. Semoga ibu EF cepat sembuh dan yang tengah menunggu hasil swab test kita harapkan hasilnya negatif,” sebut Teta.

reporter : Yen editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...