Pemain Ganda Campuran, Tontowi Ahmad Mundur dari Pelatnas

55
ganda
SuhaNews – Peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro Tontowi Ahmad secara resmi mundur dari pelatnas PBSI, Senin (18/5/2020). Pasangan ganda campuran Liliana Natsir ini ingin dekat dengan keluarga. 

“Ke depan PBSI diharapkan lebih menghargai atlet berprestasi,” harap Tantowi Ahmad.

Bukan tanpa alasan peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu mengemukakan pernyataan tersebut. Tontowi ternyata mundur dengan status pemain magang.

Padahal sampai tahun lalu dia masih pemain nomor satu dunia. Namun organisasi tempat dia bernaung menetapkannya seperti atlet yang baru masuk pelatnas.

ganda“Alasan utama adalah ingin dekat dengan keluarga karena saat masih aktif jarang punya waktu untuk bersama. Kedua, sebenarnya ini bukan alasan atau apa, tapi dari PBSI menetapkan saya sebagai atlet magang. Saya sempat kaget juga dengan keputusan itu dan sebenarnya itu bukan masalah,” kata Tontowi dalam jumpa persnya di aplikasi Zoom, Senin (18/5/2020).

“Tapi kalau status magang saya agak keberatan karena biasanya itu untuk pemain junior yang akan masuk pelatnas. Sedangkan saya kalau dibicarakan tidak ada kepentingan lagi karena saya sudah mendapat golnya,” dia menjelaskan.

Selain itu, Tontowi juga merasa sepanjang 2019 dia sudah tampil baik bersama pasangannya, Winny Oktavina Kandow. Tapi sekitar Desember tahun lalu, PBSI mengeluarkan keputusan tersebut.

“Reaksi saya kaget saja karena (memang) tidak menyangka. Sebelum Desember itu soalnya sudah ada plan dengan Apriyani Rahayu (partner baru) apa saja kejuaraannya, ternyata tiba-tiba begitu. Tapi sekali lagi ini bukan alasan saya pensiun. Saya hanya merasa sudah cukup dan ingin banyak waktu dengan keluarga,” ungkap peraih medali emas Asian Games 2018 itu.

Di sisi lain, Tontowi juga enggan menanyakan lebih rinci terkait statusnya tersebut. Dia hanya ingin pendapatnya saat ini jadi masukan buat PBSI.

ganda“Saya tak tanya itu (alasannya). Itu keputusan PBSI dan sebenarnya saya tak mau bahas itu. Saya sekarang sudah pensiun, sudah tenang, dan tak ingin bahas. Tapi saya ingin kasih sedikit masukan kepada PBSI,” ujarnya.

“PBSI itu organisasi yang bisa mengayomi dan menghargai anak buahnya. Contoh saya yang sudah berprestasi, saya tahun kemarin masih peringkat satu dunia dan saya baru dicoba satu pasangan. Walaupun belum pernah masuk semifinal tapi saya sudah mengalahkan pemain-pemain top 10. Maksudnya saya tak sejelek itu yang harusnya langsung dibuang.”

“Sebenarnya itu tak masalah, tapi untuk PBSI harus bisa lebih menghargai. Saya tak tahu itu individu atau organisasi tapi ini kan mengatasnamakan organisasi, dan saya atas nama pribadi tak ada dendam, tak ada masalah. Saya pensiun juga bukan masalah itu yang utama,” tandasnya.

Sumber: detik.com    Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...