Pemasangan Internet di Masjid di Padang Panjang Disosialisasikan

pem
SuhaNews — Rapat koordinasi teknis pemanfaatan akses internet gratis dilaksanakan Pemko bersama Dewan Masjid Indonesia Kota dan pengurus masjid se-Kota Padang Panjang, Rabu (27/1).

Dalam acara di Hall Lantai 3 Balaikota itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Syahdanur, SH, MM mengatakan, nawaitu dari program berbagi akses internet ini, bagian dari upaya Pemko membantu meringankan beban masyarakat. Terutama beban belanja akses internet untuk kebutuhan pembelajaran daring yang makin tinggi di masa pandemi.

“Pada masa pandemi seperti ini, pembelajaran mulai dari TK hingga bangku perkuliahan dilakukan secara daring. Hal ini cukup memberatkan para orang tua. Kita berharap dengan adanya internet gratis ini, dapat membantu masyarakat untuk akses internet dalam rangka kebutuhan sekolah anak,” ujarnya seraya menambahkan, ini sejalan dengan program Smart Surau yang dicanangkan Pemko.

Sementara itu Kadis Kominfo, Drs. Ampera, SH, M.Si mengatakan, internet juga sudah menjadi kebutuhan dasar saat ini, terutama sebagai media dalam proses pendidikan.

“Internet di masjid, salah satu media utk mendekatkan hati anak-anak ke masjid. Kita berikan kesempatan mereka menggunakan internet. Dengan akses internet di lokasi publik, terlebih di lokasi ibadah ini, diharapkan akan membantu proses saling kontrol dan menjaga dari banyak pihak terhadap akses konten internet yang tidak baik oleh anak-anak. Nanti ketika waktu shalat tiba, akan lebih besar peluangnya mereka akan ikut shalat berjamaah,” jelas Ampera.

Ditambahkannya, kita tanamkan ke hati mereka, bahwa masjid itu rumah kedua bagi mereka, mereka nyaman di sana. “Jika tidak ada di rumah, berarti mereka ada di masjid, itu harapan kita.” tuturnya.

Sementara itu, Ustadz Ade Sehabudin, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kota Padang Panjang yang juga mewakili pengurus MUI Kota Padang Panjang menyampaikan, masjid dalam penggalan sejarah selalu menjadi tonggak kebangkitan. Itu berlaku sejak jaman Rasulullah hingga jaman pergerakan kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA  Longsor di Aia Busuak, Akses ke Tigo Lurah Terganggu

“Memakmurkan masjid adalah tugas kita bersama. Namun tugas ini menjadi semakin berat di era globalisasi ini. Untuk itu kita perlu jeli mencari cara untuk membiasakan anak kemenakan kita merasa betah berlama-lama berada di lingkungan masjid,” ucapnya.

Nawaitu baik dari Pemko ini, katanya lagi, sepatutnya didukung bersama. “Karena ini bisa menjadi salah satu jalan membawa kita dan anak kita menjadi para pemakmur masjid. Apapun kendala yang mungkin terjadi di lapangan nanti, kita bersama akan turut mencarikan solusinya,” katanya.

Di sesi diskusi, berbagai usul dan masukan disampaikan peserta rapat sosialisasi. Disepakati bersama, teknis penggunaan akses internet ini. Baik mekanisme pendaftaran akun, waktu aktifnya layanan internet, tata cara penggunaan, dan inovasi dakwah yang mungkin bisa dilaksanakan memanfaatkan akses internet ini.

Hasil kesepakatan bersama ini, akan ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen terkait yang akan dijadikan panduan dalam pengelolaan layanan akses internet di masjid. Rel

Baca juga :

Facebook Comments

loading...