SuhaNews | Kementerian Agama menggelar sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1447 H, hari ini Selasa (17/2) di hotel Borobudur, Jakarta yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. tetap
Turut serta dalam sidang isbat ini, Ketua Komisi VIII DPR RI Mahkamah Agung RI, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta para ahli dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Selain itu, hadir pula akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB), perwakilan planetarium, anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag, pakar falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam, serta pimpinan ormas Islam dan pondok pesantren.
Sidang ini diadakan sebagai upaya negara ruang musyawarah berbagai ormas Islam dalam penentuan awal bulan Hijriah. Melalui musyawarah di sidang isbat, pemerintah mengumpulkan laporan hisab (perhitungan astronomi) dan hasil rukyat (observasi hilal) dari berbagai titik pengamatan.
Rangkaian sidang isbat diawali dengan seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB. Hadir, para pakar astronomi dan ahli falak. Sidang Isbat dilaksanakan secara tertutup pada pukul 18.30 WIB.
Di seluruh wilayah NKRI, posisi hilal tidak memenuhi kriteria imkan rukyat MABIMS. Oleh karena itu, hilal menjelang awal Ramadan 1447 H pada hari rukyat ini secara teoritis diprediksi mustahil dapat dirukyat, karena posisinya masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Selasa (17/2) pukul 19.37 WIB menyampaikan keputusan pemerintah, awal Ramadhan jatuh pada Kamis Fendi
Berita Terkait :
- Tinggi Hilal Minimal 3 Derajat, Sidang Isbat Tetapkan 1 Ramadhan
- Sidang Isbat Idul Fitri pada 29 Maret, Kemenag Akan Pantau Hilal di 33 Titik
- Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1446 H Jatuh pada 1 Maret 2025
- Kemenag Gelar Sidang Isbat Awal Ramadan 1446 H pada 28 Februari 2025
- Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan 1 Syawal 1445 H Hari Ini



Facebook Comments