Pemko dan Polres Pariaman Tindaklanjuti Laporan Pungli di Kawasan Wisata

polres
Pariaman, SuhaNews – Pemko Pariaman menggandeng Polres (Kepolisian Resort) Pariaman untuk melakukan Gerak Cepat (Gercep) untuk menindaklanjuti laporan tentang adanya pungutan karcis parkir yang tidak sesuai aturan. 

“Saya bersama Kapolres Pariaman melakukan penindakan bersama terhadap petugas parkir dan pengelolanya,” ujar Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Yota Balad, di Pantai Kata Kota Pariaman, Jum’at (16/7).

Baca juga: Lakukan Pungli di Pantai Padang, Polisi Tangkap 13 Pelaku

Sekda Kota Pariaman menginstruksikan agar menindak tegas pelaku yang menyalahi aturan dan tidak ada toleransi lagi terhadap petugas parkir yang bermain-main dengan retribusi yang ditetapkan.

“Kepada masyarakat yang merasa dirugikan atau yang mengalami pungutan yang tidak sesuai dengan retribusi, kita harap dapat melapor ke dinas Perhubungan Kota Pariaman, dan nantinya akan kita buat nomor pengaduan masyarakat, apabila pengunjung atau wisatawan merasa dirugikan,” tukas Yola Balad.

Yota Balad berharap masyarakat, pengunjung dan wisatawan yang datang di destinasi wisata Kota Pariaman, agar dapat parkir pada lokasi parkir yang telah ditentukan, dan pengunjung membayar karcis sesuai dengan tarif parkir yang telah ditentukan.

“Kendaraan roda dua, Rp3.000, kendaraan roda empat Rp5.000, dan untuk Bus Rp15.000,” jelas Sekda Yola Balad.

Kapolres Pariaman, AKBP Abdul Aziz membenarkan adanya petugas parkir yang melakukan pungutan tidak sesuai dengan retribusi.

Kapolres bersama Sekda, Asisten dan Kadis Perhubungan, segera melakukan asistensi dengan mendatangi TKP (Tenpat Kejadian Perkara) di Pantai Kata ini.

“Kami juga menginstruksikan kepada seluruh petugas parkir dan juga pihak pengelola parkir di Pantai Kata ini, agar melakukan pungutan sesuai dengan retribusi, apabila ditemukan menarik parkir ridak sesuai dengan retribusi, maka kami dari Pihak Kepolisian berkomitmen untuk melakukan penindakan,” ungkapnya.

BACA JUGA  Mulai Hari Ini, 1 Mei 2020 Jalan Lingkar Koto Panjang Pasar Raya Solok Ditutup

AKBP Abdul Aziz juga menuturkan bahwa untuk hari ini, pihaknya langsung memberikan teguran keras, dan pembinaan kepada petugas parkir yang bersangkutan maupun pengelolanya, dan apabila dikemudian hari melakukan hal yang serupa, maka akan kita tindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Setiap kendaraan yang memarkirkan kendaraannya, akan dikenai retribusi parkir yang telah ditentukan pada peraturan Daerah,” jelas AKBP Abdul Aziz.

Apabila ada oknum yang meminta lebih dari ketentuan yang telah ditetakan oleh Daerah, jelas AKBP Abdul Aziz, maka pungutan tersebut dapat dikatakan sebagai pungutan liar atau pungli. Pungutan liar juga dianggap sebagai pemerasan yang bisa diancam dalam pasal 368 (KUHP),” tutupnya. (Juned)

Baca juga: Kedapatan Pungli, Pemuda di Kawasan Pantai Padang Diamankan Satpol PP

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakWakil Walikota Mardison Mahyuddin Sambut Kepulangan Jamaah Haji
Artikulli tjetërKementerian Agama Kembali Cairkan Dana BOS 2022 sebesar 2,5 Triliun