Pencemaran Nama Baik, Indra Catri Hormati Proses Hukum Yang Sedang Berjalan

354
hormat
Indra Catri dan Penasehat Hkumnya, Ardyan
SuhaNews – Bupati Agam, Indra Catri menghormati surat permintaan maaf ES kepada anggota DPR RI, Mulyadi dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Karena hal itu merupakan hak pribadi ES.

“Apa yang dituduhkan ES pada dirinya imposibel dan tidak berdasar secara hukum,” ujar Indra Catri, dalam jumpa pers, Ahad (5/7/2020) di salah satu rumah makan di Padang.

Menurut Bupati Agam dua periode ini, jumpa pers ini dilakukan untuk menjawab kerisauan masyarakat Agam, para pendukung dan simpatisan serta keluarga besar Pemkab Agam terhadap persoalan yang tidak berdasar hukum ini.

“Saya lakukan ini untuk menghilangkan kerisauan diri saya sendiri yang jelas-jelas merasa terganggu dengan banyaknya yang bertanya soal ini,” ungkap Indra Catri didampingi kuasa hukumnya dari Kantor Advokat & Konsultan, Ardyan, Rianda Seprasia & Partners.

Indra Catri tidak ingin berpolemik karena dikhawatirkan terjebak oleh polemik kontra produktif. Namun karena pernyataan maaf ES itu sudah beredar ke mana-mana dan viral di media sosial, karena itu dia merasa perlu melakukan klarifikasi.

“Saya sangat menyayangkan ES yang menuduh saya bersama Sekda. Tuduhan itu jelas tidak berdasar secara hukum. Apalagi kasusnya sedang berproses di kepolisian,” ujar Indra Catri.

Indra Catri juga mengatakan pihaknya menghormati proses hukum. Dia memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik. Polda Sumbar telah menetapkan tiga tersangka, termasuk ES.

“Mari kita hormati proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Indra Catri.

Indra Catri akan maju sebagai Calon Wakil Gubernur Sumbar  pada PIlkada serentak 9 Desember 2020. Ia berpasangan dengan Nasrul Abit sebagai Calon Gubernurnya. (*/We)

Sumber: Spiritsumbar.com

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...