Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Manajemen Sumber Daya Manusia

mutu

Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Manajemen Sumber Daya Manusia

Oleh : Afrizal B, Demina, Zulmukim (Pasca Sarjana IAIN Batu Sangkar)
Pengembangan mutu sudah menjadi sebuah kebutuhan bahkan sudah menjadi tuntutan terutama dalam dunia pendidikan, sekolah sebagai lembaga pendidikan formal sudah semestinya memperhatikan pengembangan mutu lembaganya.

Peningkatan mutu pendidikan diarahkan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya dalam bingkai pengembangan karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga (kinestetik) dengan dukungan pelibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian terpenting dari gerakan nasional revolusi mental (GNRM) yang sedang dicanangkan oleh pemerintah agar memiliki daya saing dalam menghadapi tantangan global kedepan, untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang bermutu sangat diperlukan manajemen mutu secara terpadu (Total Quality Manajemen) .

Alasan kenapa Total Quality Manajemen (TQM) sangat penting dilakukan oleh sebuah sekolah adalah agar sekolah atau lembaga pendidikan menjadi diminati, suatu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat sebagai konsumen pendidikan sebelum memasukan putra putrinya kesekolah biasanya akan melihat mutu lulusan atau output dari sekolah yang hendak dimasuki, oleh sebab itu sekolah harus mampu menjawab dan memenuhi kebutuhan tersebut dalam rangka mempertahankan lembaganya sebagai suatu yang diminati dan dibutuhkan masyarakat.

Hamalik (2006) dalam Sastrawan (2019) mengungkapkan bahwa, mutu dapat terlihat dari dua sisi, yaitu dari sisi normatif dan sisi deskriptif. Dari sisi normatif, mutu ditentukan berdasarkan pertimbangan (kriteria) intrinsik dan ekstrinsik, dari kriteria intrisik mutu pendidikan merupakan produk pendidikan yang dapat langsung dilihat diantaranya manusia yang terdidik sesuai dengan standar ideal yang telah ditetapkan.

Sedangkan berdasarkan kriteria ekstrinsik, pendidikan merupakan instrumen untuk mendidik diantaranya tenaga kerja yang terlatih. Sedangkan mutu dalam artian deskriptif dapat dijelaskan bahwa mutu ditentukan berdasarkan keadaan yang nyata, seperti hasil tes prestasi belajar.

BACA JUGA  Semangat Kebersamaan Menghasilkan Solusi

Korelasi antara mutu dengan pendidikan dapat dijelaskan bahwa mutu pendidikan adalah kemampuan sekolah dalam pengelolaan secara operasional dan efisien tehadap komponen-komponen yang berkaitan dengan sekolah tersebut sehingga menghasilkan nilai tambah terhadap komponen tersebut menurut norma atau standar yang berlaku.

Kwalitas sebuah lembaga pendidikan atau sekolah akan berbanding lurus dengan kwalitas manajemen pengelolaannya, manajemen pengelolaan yang baik dan bagus juga menjadi salah satu indikator dalam melihat output dari lembaga tersebut.

Sesuatu yang tidak dapat dinapikan bahwa sekolah atau lembaga pendidikan dewasa ini akan dilirik oleh masyarakat apabilah sekolah tersebut menghasilkan output yang berkwalitas, berprestasi dan punya reputasi yang baik serta menghasilkan outcame yang mampu bersaing disegala bidang terutama dari segi mutu lulusan. Untuk mewujudkan sekolah yang bagus tidak hanya tanggung jawab seorang kepala sekolah, akan tetapi sudah menjadi tanggung jawab dari semua unsur yang ada disekolah tersebut.

Secara umum, manajemen dapat diartikan sebagai suatu proses dimana seseorang dapat mengatur segala sesuatu yang dikerjakan oleh individu atau kelompok. Manajemen sangat perlu dilakukan oleh seseoorang guna mencapai tujuan atau target dari individu ataupun kelompok tersebut secara kooperatif dengan menggunakan sumber daya yang ada dalam organisasinya.

Salah satu yang sangat penting diperhatikan oleh sebuah lembaga pendidikan dalam peningkatan mutu pendidikan adalah dengan meningkatkan kemampuan (capability) dari sumber daya manusia (Human Resources) yang ada dalam lembaga tersebut, oleh sebab itu Human Resources Manajemen sangat perlu ditingkatkan dan dijaga secara baik oleh seorang pimpinan lembaga.

Sastrawan (2019) dalam artikel mengatakan bahwa untuk memperkuat Sumber daya kependidikan ada beberapa jenis, yaitu 1. Memperkuat Sistem Pendidikan dan Tenaga Kependidikan. Agenda utama untuk memperkuat sumber daya tenaga kependidikan ialah dengan memperkuat sistem pendidikan dan tenaga kependidikan yang memiliki keahlian. Keahlian baru itu adalah modal manusia (human investmen), dan memerlukan perubahan dalam sistem pembelajarannya.

BACA JUGA  KPU Pasbar Tetapkan Hamsuardi-Risnawanto Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Abad ke-21 perolehan keahlian memerlukan perubahan dalam sistem pembelajaran karena beberapa alasan diantaranya : pertama keahlian yang diperlukan untuk mencapai keberhasilan akan semakin tinggi dan berubah sangat cepat, kedua Keahlian yang diperlukan sangat tergantung pada teknologi dan inovasi baru, maka banyak dari keahlian itu harus dikembangkan dan dilatih melalui pelatihan dalam pekerjaan dan yang ketiga kebutuhan akan keahlian itu didasarkan pada keahlian individu. 2. Memperkuat Kepemimpinan, pimpinan lembaga pendidikan atau sekolah perlu menciptakan visi untuk mengarahkan lembaga pendidikan dan karyawannya dalam mencapai tujuan organisasi atau lembaga pendidikan, penciptaan visi yang jelas akan menumbuhkan komitmen karyawan terhadap kwalitas, memfokuskan semua upaya lembaga pendidikan pada rumusan kebutuhan pengguna jasa pendidikan, menumbuhkan sense of team work dalam pekerjaan, menumbuhkan standard of excellence, dan menjebatani keadaan lembaga pendidikan sekarang dan masa yang akan datang. 3. Meningkatkan Mutu Mengajar Melaui Program Inovatif Berbasis Kompetensi, lembaga lembaga pendidikan sangat perlu melakukan inovasi-inovasi pembelajaran. Untuk memperkuat kemampuan mengajar dapat diupayakan melalui berbagai jenis penataran, pendidikan, ataupun pelatihan-pelatihan.

Melalui kegiatan tersebut tenaga pendidik akan dikenalkan pada inovasi-inovasi pembelajaran. Namun dari pengalama n empirik tampaknya upaya-upaya itu belum secara signifikan membawa perubahan dalam arti peningkatan mutu hasil belajar. (Sastrawan : 201)

Tulisan Afrizal lainnya :

 

Facebook Comments

loading...