Limapuluh Kota, SuhaNews – Peringatan Isra Mikraj 27 Rajab 1445 H memberikan ruang bagi Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah, Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, untuk memperingatinya bersama-sama di Masjid Al Kautsar, Kamis (8/2)
Mengusung tema, “Esensi Peringatan Isra Mikraj Sebagai Pengingat Untuk Meningkatkan Mutu Beribadah”, menghadirkan penceramah, Dr. H. Irwandi Nashir, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Payakumbuh. Dalam kajian yang disampaikan, ia mengupas sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj yang berlangsung secara nyata ruh dan jasadnya.
“Salah satu tujuan peristiwa Isra Mikraj adalah untuk memperlihatkan tanda kebesaran Allah SWT. Peristiwa Isra Mikraj terjadi secara nyata ruh dan jasad Nabi Muhammad SAW. Oleh-oleh yang dibawa Rasulullah untuk seluruh umat adalah salat,” ungkap Irwandi.
Ia juga menyebut, kewajiban salat yang diperintahkan Allah SWT yang awalnya adalah 50 rakaat, dengan sayangnya Rasulullah kepada umatnya, karena beliau rasa akan membertakan kepada umatnya, maka terjadilah tawar menawar. Hingga hasil tawar menawar itu menjadikan salat hanya 5 kali sehari semalam.
Kepada para santri Irwandi berpesan agar menjadikan peristiwa Isra Mikraj sebagai pengingat untuk meningkatkan mutu dan kualitas beribadah kepada Allah SWT dan memperbanyak salawat. Irwandi juga berpesan agar menjadikan Rasulullah sebagai uswatun hasanah atau teladan hidup.(Nauri/Nina)
Berita Terkait :



Facebook Comments