Program Agroforestry di Pesisir Selatan, 35 Hektar Hutan Rakyat Akan Dihijaukan

program
Pesisir Selatan, SuhaNews – Sebanyak 15.400 batang pohon bernilai ekonomi akan ditanam melalui Program Agroforestry di Pesisir Selatan. 

“Penanaman pohon dilakukan agar keberadaan hutan sebagai sumber kehidupan, serta keanekaragaman hayati tetap terjamin, serta memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat,” ujar Kepala UPTD KPHP (Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi)  Pessel, Madrianto, Jumat (28/5), sebagaimana dirilis pesisirselatan.go.id.

Penanaman pohon ini.jelas Madrianto, dilakukan di kawasan Hutan Rakyat seluas 35 hektare pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Ampang Tulak Sejati, di Nagari Ampang Tulak Tapan, Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan.

Baca juga: Hari Peduli Sampah Nasional, Pertamina Foundation Bersama Sobat Bumi Indonesia Gelar Aksi Sobat Bumi Jilid Tiga

Tanaman sebanyak 15.400 batang pada lahan seluas 35 hektare itu, jelasnya, terdiri atas tiga jenis yakni pohon aren sebanyak 7.700 batang, pohon durian 3.300 batang, dan pohon jengkol sebanyak 4.400 batang.

“Diharapkan penanaman pohon ini tidak hanya sekedar berdampak positif terhadap kelestarian hutan sebagai penampung air, tapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pinggir hutan yang tergabung pada kelompok tani tersebut,” jelas Madrianto.

Program Agroforestry, uarai Madrianto, adalah sistem usaha tani yang menggombinasikan antara tanaman pertanian dan tanaman kehutanan untuk meningkatkan keuntungan serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

“Dalam satu kawasan hutan itu akan terdapat pepohonan baik homogen maupun heterogen yang dikombinasikan dengan satu atau lebih jenis tanaman pertanian,” tambahnya.

program
Madrianto

Masyarakat yang tergabung pada KTH Ampang Tulak Sejati sebanyak 30 kepala keluarga. Semuanya bisa dapat memanfaatkan tanaman yang sudah ada tanpa merusak kelestarian hutan rakyat yang dijadikan sebagai lokasi pengembangan.

“Kegiatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp334 juta ini bersumber dari APBD Provinsi melalui pokok pikiran (Pokir) anggota DPRD Sumbar, Bakri Bakar,” jelas Madrianto.

BACA JUGA  PAIF Kemenag Bukittinggi Sosialisasikan Pencegahan Covid-19 di TPQ Ijtihad

“Ditargetkan. penanaman sudah dimulai pada akhir Juni 2021 nanti,” jelasnya.

Saat ini, tambah Madrianto, sudah dalam tahapan sosialisasi kepada kelompok masyarakat penerima manfaat. Semoga masyarakat penerima manfaat bisa meyukseskan program ini agar Pessel tetap dijadikan sebagai daerah penerima manfaat setiap tahunnya. (*/We)

Baca juga: Peringati HUTRI – 75 di Danau Talang, Satprakoja Tebarkan Semangat Adiwiyata

Facebook Comments

loading...