Pulau Karabak Ketek, Tempat Wisata dan Pusat Konservasi Penyu Pertama di Sumbar

ket
SuhaNews — Pulau Kerabak Ketek, Pesisir Selatan telah ditetapkan sebagai pusat konservasi Penyu di Provinsi Sumatera Barat.
SK penetapannya dikeluarkan oleh Bupati Pesisir Selatan pada tahun 2003. Luas cakupan wilayah konservasi khusus penyu yang ekosistem terkait seluas 730.00 ha. Selain SK dari Bupati Pessel, juga penetapan dari Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia.

Sebagai pusat konservasi penyu pertama di wilayah Sumatera Barat, berbagai fasilitas dan infrastruktur telah dibangun sejak tahun 2005-2006.

Untuk dapat mencapai lokasi ini kita dapat menaiki mobil pribadi dari Padang langsung menuju Surantih,Kecamatan Sutera, dengan menyewa sampan boleng bermesin 30 PK dari pantai Surantih kita dapat mencapai pulau dengan waktu tempuh 35 menit dengan kondisi cuaca baik.

Sebagai tempat tinggal, kita dapat tidur di rumah-rumah yang sudah disediakan oleh DKP Pesisir Selatan atau tidur dengan hembusan angin laut di pantai lokasi peneluran penyu, dan malamnya pada waktu yang tepat dapat melihat penyu bertelur dan esok siangnya kita dapat melepaskan tukik penyu ke laut langsung kehabitat alaminya.

“Suatu perjalanan dan petualangan yang menyenangkan dan menakjubkan.”

Selain sebagai pusat konservasi penyu pertama di Sumatera Barat tentu saja kawasan konservasi penyu Pulau karabak Kecil tempat yang cocok pula menjadi tujuan wisata. Berwisata konservasi penyu Di Pulau Karabak Ketek tentu sebuah perjalanan wisata petualangan yang menarik dan memiliki kesan tersendiri.

Bertualang di kawasan konservasi penyu Indonesia wilayah barat dengan kegiatan lainnya seperti memancing, berenang, menyelam di permukaan (skin diving), meminum air kelapa bakar, memasak/membakar ikan segar langsung dari laut, memasak dengan tungku kayu dan kegiatan-kegiatan alam lain di tengah pulau merupakan aktivitas yang melengkapi wisata konservasi penyu di kawasan Pulau karabek Ketek. Rel

BACA JUGA  Padang Panjang Punya Kelas Adat Pertama di Sumatera Barat

Baca juga :

Facebook Comments

loading...