Panyakalan, SuhaNews. Ramadhan 1441 H Menjadi sesuatu yang berbeda dengan Ramadhan sebelumnya, dari 3 buah Masjid dan 12 Musholla yang ada di nagari Panyakalan setiap Ramadhan selalu penuh dengan Jamaah guna melaksanakan solat tarwih dan witir berjamaah juga siraman rohani baik dari ustadz yang ada di nagari maupun ustadz yang sengaja di datangkan dari luar daerah oleh pengurus masjid dan musholla.
Kamis malam 23/4 terlihat pintu masjid terkunci tanpa ada seorang jamaah pun, hanya suara muazin yang terdengar mengumandangkan azan dengan suara serak menahan rasa dengan di akhiri kalimat “sholluu fii buyutikum”.

Ini membuat siapa pun yang mendengar akan terenyuh. Berbagai perasaan bercampur aduk,seharusnya Ramadhan bisa di semarakkan dengan berbagai kegiatan di masjid seperti tahun tahun sebelumnya.
Wali nagari Agus Evatra Dt Bandaro Kayo ketika di temui SuhaNews, menyampaikan hal ini kita lakukan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 di nagari Panyakalan
Sesuai dengan instruksi Bupati Solok tentang “Pelaksanaan Ibadah Puasa Ramadhan 1441 H Dalam Masa Penanggulangan Corona Virus di Kabupaten Solok salah satu isi imbauannya adalah, menghidupkan Qiyamur Ramadhan dengan menegakkan shalat tarawih, witir, tadarus Al-Qur’an melalui pengeras suara, rekaman atau cara lainnya,walaupun jamaah berada di rumah masing-masing.
reporter : Oca editor : Moentjak
Baca Juga :



Facebook Comments