Bukittinggi, SuhaNews | Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Pondok Pesantren H. Muhammad Nadis. Sebanyak 18 siswa berhasil lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur, dengan 16 di antaranya menembus seleksi nasional dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin belajar, serta dukungan penuh dari guru dan orang tua mampu mengantarkan siswa menuju gerbang perguruan tinggi impian.
Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dua siswa sukses mengamankan kursi di kampus bergengsi. Ahmad Malik Assyafi’i diterima di Universitas Padjadjaran, sementara Atahya Faradiva lolos ke Universitas Negeri Padang.
Lebih membanggakan lagi, 14 siswa lainnya berhasil menembus jalur SPAN-PTKIN dan diterima di berbagai UIN ternama di Indonesia, seperti UIN Imam Bonjol Padang, UIN Alauddin Makassar, hingga UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran strategis program bimbingan belajar (bimbel) yang difasilitasi oleh BAZNAS Pusat. Program tersebut memberikan pendampingan intensif, penguatan akademik, serta motivasi yang konsisten bagi para siswa dalam menghadapi seleksi.
Pimpinan pondok, Ust. Nofrizal, MA, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian luar biasa ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak.
“Ini bukan hanya tentang siswa yang lulus, tetapi tentang sinergi semua pihak—guru, orang tua, yayasan, serta dukungan luar biasa dari program BAZNAS. Semoga mereka terus melangkah maju dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi berikutnya untuk terus berjuang dan bermimpi lebih tinggi. Pondok Pesantren H. Muhammad Nadis pun semakin mengukuhkan diri sebagai lembaga pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing. (**/Syafrial)
Berita terkait :



Facebook Comments