Selama 2019, 3.723 Pasangan Baru Menikah di Kab. Solok

Selama 2019, 3.723 Pasangan Baru Menikah di Kab. Solok
Penghulu di KUA Kubung H. Rifa'i, M.PdI saat menikahkan salah satu pengantin
Koto Baru, SuhaNews. Sepanjang tahun 2019, sebanyak 3.723 pasangan baru telah resmi menikah di 14 Kantor Urusan Kecamatan se Kabupaten Solok, demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok melalui Kasi Bimas Islam H. Zulkifli, S.Ag, MM kepada SuhaNews.

Ia menambahkan melihat data yang ada, angka tertinggi setiap bulannya dipegang oleh kecamatan Kubung dan kecamatan Lembah Gumanti, hal ini sebanding dengan jumlah penduduk dan angka usia produktif pada dua kecamatan tersebut.

Zulkifli menyebutkan, dari jumlah tersebut angka pernikahan yang usia calon pegantinnya dibawah aturan yang ditetapkan setiap tahun selalu menurun. Ini salah satu bukti bahwa cara berpikir masyarakat sudah semakin maju, sehingga untuk berumah tangga juga butuh persiapan matang.

Ia menyebutkan, Kementerian Agama melalui para Mubaligh dan Penyuluh Agama selalu menyampaikan atura dan undang-undang perkawainan kepada masyarakat. Ini bertujuan untuk menekan angka perceraian dan permasalahan yang terjadi dalam rumah tangga.

H. Zulkifli, S,Ag, MM, kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kab. Solok

“Karena salah satu penyebab masalah rumah tangga itu adalah emosi yang labil. Salah satu penyebab emosi labil karena suami atau istri usianya belum cukup matang memikul tanggung jawab rumah tangga,” sebut H. Zulkifli.

Selain itu peran Ninik Mamak dan Orang Tua dalam menyiapkan Calon Pengantin juga berperan besar. Karena Ninik Mamak dan Orang Tua memberikan masukan dan pemahaman serta nasehat bagi Calon Penganting sebelum memasuki babak baru kehidupan mereka.

Sedangkan Kementerian Agama juga memberikan pendampingan bagi Calon Pegantin lewat Kursus Catin yang diselenggarakan oleh KUA maupun Kantor Kemenag.

Dalam Kursus Catin ini diberikan cara membangun keluarga Sakinah, Mawaddah Warrahmah bagi Catin. Selain itu juga digandeng Puskesmas untuk memberikan penjelasan kesehatan dan Polsek untuk pembinaan hukum.

BACA JUGA  Kunjungi Masjid Nurul Iman Koto Tinggi, Wabup Agam Serahkan Bantuan

“Semuanya itu bertujuan mewujudkan keluarga Sakinah, Mawaddah Warrahmah dan menekan KDRT serta masalah rumah tangga”, jelas Zulkifli.

Menutup perbincangannya H. Zulkifli berharap peran keluarga lebih besar lagi dalam mempersiapkan Catin memasuki kehidupan berumah tangga, dengan mememperbesar paran Mamak dan Bundo Kanduang untuk membina anak kemenakan sebelum menuju pelaminan. Moentjak

 

Baca Juga :

 

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaKelompok Tahsin Ath-Phayyibah Binaan PAI Bukittinggi Gelar Khatam Tahsin
Artikel berikutnyaSang Wartawan Jadi Wali Nagari, Masyarakat Koto Gaek Guguk Gelar Alek Gadang