Selamatkan Danau Singkarak, Bupati Solok Patuhi Komitmen

danau
Arosuka, SuhaNews – Bupati Solok mengeluarkan surat edaran Nomor: 650/048/DPUPR-2022 tentang pemberitahuan pelarangan pendirian bangunan di sepanjang pinggiran Danau Singkarak.

Surat edaran ini untuk menindaklanjuti komitmen bersama antara Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang Kementerian ATR/BPN, Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Solok di hotel Grand Zuri Padang pada tanggal 28 Januari 2022 kemarin.

Baca juga: Selamatkan Danau Singkarak, Bupati Eka Putra FGD dengan Kementerian ATR

“Edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah Kabupaten Solok juga merujuk kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) no 28 tahun 2015 tentang penetapan Garis sempadan S ungai dan sempadan Danau,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Solok,  Medison.

Di samping itu, jelas Sekda, juga mengacu pada Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) no 21 tahun 2021, tentang pelaksanaan pengendalian pemanfaatan ruang dan Pengawasan penataan ruang dan Peraturan Pemerintah Kabupaten Solok no 1 tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Solok tahun 2012-2031.

Dalam surat komitmen bersama tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok diperintahkan untuk bertanggungjawab  melakukan pemulihan kawasan danau Singkarak di wilayah pemerintahan Kabupaten Solok.

“Selain penghentian proyek pengerjaan kepariwisataan CV. Anam Daro dan mengembalikan tata ruang dan fungsi Danau kepada fungsi awalnya,” jelas Medison.

Komitmen bersama tersebut  juga ditekankan kepada penyelamatan seputar kawasan Danau Singkarak yang tertuang pada point 4 dan 5 dalam komitmen bersama tersebut.

Pada point 4 ditegaskan untuk memastikan pemulihan fungsi ruang selesai dilaksanakan berdasarkan evaluasi kementrian PUPR, KeEmentrian ATR/BPN,kementrian lingkungan hidup dan kehutanan dan pemerintah provinsi sumatera barat terkait pengendalian kondisi badan air seperti semula.

Sementara point 5 untuk memastikan penghentian pemanfaatan badan air dan sempadan Danau Singkarak lainnya yang tidak berizin.

BACA JUGA  Bupati Epyardi Asda Gelar Rapat Kerja dengan Wali Nagari se-Kabupaten Solok

“Pemerintah Kabupaten Solok patuh dan taat menjalankan hasil dari komitmen yang telah disepakati tersebut,” jelas Medison. S.Sos. M.Si.

singkarakSelain menjalankan komitmen tersebut, tambah Medison, edaran yang dikeluarkan oleh Bupati tersebut juga ikut merujuk kepada hasil evaluasi dari Kementerian PUPR, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan pemerintah Provinsi Sumatera Barat tentang pengembalian kondisi badan air seperti semula.

“Edaran bagi masyarakat tersebut kita keluarkan adalah demi menjaga kelestarian kawasan danau Singkarak dari pembangunan yang tidak diperuntukkan di area seputar danau Singkarak khususnya di Kabupaten Solok, ” tegas Medison. (Wewe)

Baca juga: Gubernur: Danau Singkarak dan Danau Maninjau Harus Diselamatkan

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprak30 Guru Madrasah Ikuti PDWK di Kemenag Padang Panjang
Artikulli tjetërWarga Simpang Tinju Dikagetkan oleh Mahasiswi Tewas Gantung Diri