Setelah 40 Tahun Mengabdi, Buk Mur Pulang Kampung ke Jawa Timur

Sulit Air, SuhaNews. Kamis (5/3) yang lalu menjadi hari terakhir bagi pengabdian Muryati yang akrab disapa Buk Mur setelah 40 tahun lebih mendedikasikan hidupnya bagi madrasah PSA Sulit Air.
Tangispun pecah dalam keharuan saat acara perpisahan yang khusus dipersembahkan oleh keluarga besar Yayasan PSA Sulit Air untuk 40 tahun pengabdian Muyati sang guru Bahasa Arab ini.

Dalam isak tangisnya Muryati mengucapkan terima kasih kepada yayasan PSA yang telah memberinya kesempatan berbagi ilmu dengan para siswa serta masyarakat nagari Sulit Air yang telah menerimanya sebagai “Dunsanak” sejak tahun 1980 silam hingga kini 40 tahun lamanya.

Tak sedikit pula mantan murid yang dulu diajarnya di PSA kini telah sukses, baik dirantau maupun dikampung dengan beragam profesi.

047 ustazah honorer a

Muryati pertema kali datang ke Sulit Air oleh perantau, tujuannya untuk memajukan pendidikan agama di nagari Sulit Air khususnya yayasan PSA. Ia pun meninggalkan kampungnya Ponorogo di Jawa Timur. Dengan bekal ilmunya dari Pondok Pesantren ia mengajar bahasa Arab.

Selama pengabdian, beberapa kali ia mencoba ikut tes PNS namun belum berhaisl. Begitu juga saat pendataan tenag honorer, Muryati juga menyusun bahan dan menyiapkan berkas yang dibutuhkan. Namun hingga 40 tahun pengabdian, kesempatan jadi PNS tak pernah datang padanya.

Baca Juga : MAS PSA Studi Edukatif ke Pantai Nirwana Padang

Beruntung sang suami Dr. M. Zainal Arief yang dosen STIE Elhakim beserta kelima anaknya selalu mendukung pengabdian Muryati tanpa memandang status.

Bahkan satu dari lima anaknya telah lulus sebagai PNS di kampungnya Jawa Timur. Kini setelah purna tugas sebagai guru di madrasah PSA, Muryati dan keluarga kan kembali ke Jawa Timur menetap di kampung halaman, sementara sang suami juga berencana pindah mengajar ke Universitas Muhammadiyah disana.

BACA JUGA  Kepala BDK Padang; Pentingnya SDM Guru Madrasah

Dalam acara penuh haru melepas Muryati memasuki purna bhakti, Kepala MAS PSA Drs. H. Irdizon mengucapkan terima kasih atas pengabdian Muryati yang ikut memajukan MAS PSA dan dunian pendidikan Islam di nagari Sulit Air.

Atas nama yayasan H. Irdizon juga meminta maaf karena belum bisa mensejahterakan para guru sebagaimana layaknya, namun para guru tetap semangat dan antusias menjalankan tugas.

H. Iridizon juga menyampaikan maaf sebagai tokoh masyarakat, jika selamat tinggal di nagari Sulit Air ada sikap dan tindakan masyarakat yang kurang berkenan.

Pada acara perpisahan tersebut, selain dihadiri oleh seluruh keluarha besar PSA beserta komite madrasah, hadir pula pemerintah nagari Sulit Air yang diwakili Sekna Meri Aswita.

reporter : Hendrik editor : Moentjak

Baca Juga :

Facebook Comments

Google News