Tanahdatar, SuhaNews | Staf Khusus Mendagri dan tim melakukan kunjungan ke Kabupaten Tanah Datar dalam rangka cek lapangan terkait Transfer Keuangan Daerah (TKD) Tambahan.
Kunjungan dipimpin Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Horas Panjaitan disambut Bupati Tanah Datar Eka Putra Rabu (22/7/2026) di Indojolito Batusangkar.
Turut hadir secara virtual Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri A. Fatoni dan hadir langsung Kasubdit Perencanaan Anggaran Daerah Wilayah I Fernando H. Siagian, Sekretaris BPKAD Provinsi Sumbar Etris Dsem, bersama tim Pusat dan Provinsi, serta dihadiri Sekda Tanah Datar Abdurrahman Hadi bersama kepala OPD di lingkup Pemkab Tanah Datar
Staf Khusus Mendagri Bidang Politik dan Media Horas Panjaitan menyampaikan, pelaksanaan Monev ke Tanah Datar guna memastikan pelaksanaan dan penggunaan TKD Tambahan apakah sudah sesuai aturan dan peraturan berlaku.
“Setelah melihat laporan dan data dari dashboard Kemendagri, Kabupaten Tanah Datar salah satu daerah yang cepat dan tanggap dalam menyerap dan merealisasikan dana TKD Tambahan, makanya hari ini kita melihat langsung kondisi di lapangan,” ujarnya.
Ia katakan, Kabupaten Tanah Datar daerah yang cukup cepat bangkit pascabencana melanda beberapa daerahnya. “Dalam Monev ini, kita juga melihat dan memastikan apakah TKD Tambahan dipergunakan untuk berbagai hal yang memang telah diatur peruntukkannya dalam melaksanakan pembangunan yang diakibatkan bencana,” sampainya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang melakukan pendampingan dari Kejaksaan dalam penggunaan dana TKD Tambahan.
Sementara itu, Bupati Eka Putra menekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanah Datar yang bertindak sebagai pelaksana TKD Tambahan untuk pembangunan pasca bencana agar melaksanakan kegiatan sesuai aturan dan peraturan yang ditetapkan.
“Saya minta kepada OPD terkait untuk mempedomani aturan dan peraturan yang berlaku dalam melaksanakan pembangunan TKD Tambahan ini, dan memanfaatkan pendampingan dari Kejari Tanah Datar agar kemudian hari tidak akan berurusan dengan penegak hukum,” tegasnya.
Bupati jelaskan, Wilayah di Kabupaten Tanah Datar mengalami bencana dalam 3 tahun terakhir, mulai dari 11 Mei 2024 bencana banjir bandang dan longsor di picu cuaca ekstrim dan erupsi gunung marapi. Kemudian akhir 2025 dan awal 2026 kembali cuaca ekstrim akibatkan banjir dan longsor.
“Karena itu Kami menyampaikan terima kasih kepada presiden, Mendagri, Provinsi dan pihak terkait lainnya sehingga Kabupaten Tanah Datar memperoleh TKD Tambahan untuk pembangunan Pascabencana tersebut,” ungkapnya.
Dikatakan Bupati lagi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah melakukan percepatan pengalokasian TKD Tambahan, dan realisasi pelaksanaannya terus dilaporkan ke Kemendagri.
“Realisasi saat ini sudah mencapai 7 persen, dan pelaksanaan TKD Tambahan saat ini terus berjalan, mulai dari tender dan proses lanjutan. Tentunya capaian ini akan bertambah seiring waktu dan pekerjaan yang dilaksanakan,”pungkasnya.
Usai pertemuan, Staf khusus bersama tim didampingi Bupati Eka Putra dan rombongan lainnya juga melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembagunan Hunian Tetap di Kecamatan Rambatan dan lokasi terdampak bencana yang terletak di Kecamatan Batipuh Selatan. Heri
Berita Terkait :
- Percepat Pemulihan Pascabencana, Kemendagri Monitoring Pemanfaatan TKD di Tanah Datar
- 7 Nagari Terima Bantuan Padat Karya Penanggulangan Bencana di Tanah Datar
- Bupati Eka Putra Serahkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi 2025
- Bangkit Pascabencana, MTsN 7 Tanah Datar Resmi Tempati Gedung Baru
- Tanggap Darurat Bencana Ditutup, Tanah Datar Masuki Masa Transisi Pemulihan



Facebook Comments