Tahun Ajaran Baru, Mentawai Padukan Pembelajaran Tatap Muka dan Jarak Jauh

17
SuhaNews — Kepulauan Mentawai akan memulai tahun pelajaran 2020/2021 pada Senin, 13 Juli 2020. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan secara berjenjang, tanpa mengabaikan Protokol Kesehatan covid-19. 

“Kita merujuk pada Surat Keputusan 4 menteri, yaitu Menteri pendidikan, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Kesehatan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mentawai, Oreste Sakeroe dilansir dari MC Mentawai, Jumat (10/7).

PAUD. jelas Oreste, 13 Juli hingga 30 oktober 2020 melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sementara SD, 13 Juli hingga 31 Agustus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Fase transisi 1 September hingga 31 Oktober 2020.

“Pada fase ini, pembelajaran tatap muka (PTM) kelas 4, 5, 6 dilakukan setiap dua minggu tiga hari saja yaitu Senin. Minggu I dan ke II, dan Jumat minggu kedua. PJJ 7 hari, libur 4 hari setiap Sabtu-Minggu per minggu,” ujar Oreste Sakeroe

Kelas 1, 2, 3 SD, jelasnya, pada 13 Juli hingga 31 Agustus PJJ. saat PJJ ada pertemuan antara sekolah dengan orang tua seminggu sekali.

Jenjang SD masuk kenormalan baru pada 1 November hingga Desember 2020 dengan ketentuan, kelas 4, 5, 6 menggelar PTM tiga hari setiap pekan dengan sistem shift karena maksimal jumlah siswa dalam satu kelas 15-18 orang.

“Shift I pada Senin, Rabu, dan Jumat. Shift II, Selasa, Kamis, dan Sabtu. Jika Shift I tatap muka, maka shift II PJJ,” jelasnya. 

Sementara kelas 1, 2, 3 hanya dua hari PTM per minggu. Shift I senin dan rabu, shift II Selasa dan Kamis, selebihnya PJJ.

Kemudian, jenjang SMP 13 Juli hingga 30 Agustus memasuki masa transisi dengan ketentuan 3 hari PTM dalam dua pekan. Shift I Senin, Rabu, dan Jumat. Kemudian shift II Selasa, Kamis, dan Sabtu.

Mulai 1 September hingga Desember jenjang SMP masuk kenormalan baru dengan ketentuan 3 hari PTM per minggu, 2 hari PJJ, 2 hari libur (Sabtu-Minggu).

“Mata pelajaran sudah disiapkan dan regulasi ini sudah kita sosialisasikan pada 10 kecamatan dan juga sudah kita share ke grup sekolah yang ada,” jelas dia.

Kemudian, selama dua bulan ke depan, kantin, pelaksanaan kegiatan olahraga, ekstrakurikuler, dan bimbingan teknis belum bisa dibuka di luar kegiatan belajar mengajar.

Oreste menambahkan, terkait protokol kesehatan sudah disiapkan pihak sekolah dan sudah menyiapkan masker melalui dana BOS bagi siswa yang tidak memiliki masker. (*)

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...