Tanah Datar Diskusi Film Dokumenter ”The Rendang Challenge’

193
film
Batusangkar, SuhaNews – Film dokumenter ‘The Rendang Challenge’ tayang di National Geographic TV, Senin (29/6/2020) pukul 09.00 WIB dan 21.00 WIB.

Film yang dibintangi chef asal London Inggris Gordon Ramsay syuting di Istano Basa Pagaruyung dan ditayangkan di National Geographic TV dengan jangkauan berbagai negara di dunia.

“Kita saksikan bersama, Sumatera Barat alamnya bagus dan indah,” ujar Chef Legendaris Indonesia William Wongso dalam diskusi virtual bersama Pemkab Tanah Datar.

William Wongso yang ikut terlibat dalam syuting film tersebut juga menyaksikan tayanganya dan berdiskusi dengan jajaran pemerintah daerah melalui diskusi virtual sesaat sebelum tayangan dimulai dan saat sesi iklan.

“Program National Geographic di Sumatera Barat ini bisa menjadi pancingan untuk program-program berikutnya,” tambah William Wongso, chef yang sudah berusia 73 tahun ini.

Program TVyang disaksikan jutaan pemirsa di berbagai belahan dunia ini, jelas William, diharapkan bisa memicu pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk terus berbenah.

“Yang penting dibenahi, bagaimana wisatawan datang merasa nyaman, rumah makan bersih dan layanan baik,” pesannya.

Sementara Bupati Tanah Datar diwakili Sekda Irwandi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada National Geographic TV yang mempercayakan Tanah Datar sebagai salah satu lokasi syuting Gordon Ramsay: Uncharted yang berlangsung 19 s/d 22 Januari 2020 lalu.

Promosi gratis adat budaya Tanah Datar di TV internasional, ulas Irwandi, seperti arakan jamba, makan bajamba di Istano Basa Pagaruyung, pacu jawi, kuliner bika Koto Baru menjadi berkah tersendiri bagi Tanah Datar dan Sumatera Barat.

“Promosi ini diharapkan mengangkat nama daerah dan mendorong kunjungan wisatawan ke Tanah Datar dan Sumatera Barat,” tambah Irwandi.

filmTanah Datar, jelas Irwandi, patut berbahagia karena masakan rendang semakin dikenal dunia internasional sebagai kuliner khas Minangkabau. Di samping itu, pacu jawi menjadi alek favorit fotografer profesional lokal dan mancanegara.

Irwandi menyampaikan hal tersebut di hadapan Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Kepala Bagian, Ketua TP PKK beserta anggota saat nonton bareng di Indo Jolito.

“Pandemi Covid-19 berdampak terhadap sektor perekonomian masyarakat, rumah makan, hotel, biro perjalanan, pedagang dan lainnya,” jelas Irwandi.

Semua sektor, jelas Irwandi, nyaris lumpuh. Karena itu kita butuh promosi  untuk menggairahkan kembali dunia usaha, tetapi harus diingat protokol kesehatan sektor pariwisata tetap dipatuhi.

“Peningkatan kunjungan wisatawan ke Tanah Datar akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah,” tambah Irwandi.

“Pemerintah daerah  membutuhkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apalagi adanya kebijakan pemerintah pusat memangkas Dana Alokasi Umum (DAU) akibat Covid-19 ini,” ulasnya lagi.

Irwandi ajak jajaran dinas terkait, PKK, Komunitas Pariwisata dan lainnya untuk bersatu menggairahkan kembali sektor pariwisata Tanah Datar yang dikenal kaya dengan potensi wisata alam, sejarah,adat dan budaya.

“Terimakasih atas kerjasama dan kepercayaan Gordon Ramsay, National Geographic TV, William Wongso dan seluruh tim, ke depan itu tetap butuh iven-iven seperti ini,” pungkasnya.

filmSenada dengan itu Ketua TP PKK Ny. Emi Irdinansyah juga menyampaikan terima kasih dipercayanya TP PKK Tanah Datar untuk arakan bajamba sekaligus makan bajamba di dalam Istano Basa Pagaruyung.

Tayangan film dokomenter Ini, jelas Ny. Emi Irdinansyah, menjadi kebanggaan bersama bagi TP PKK Tanah Datar,yang ikut arakan jamba serta menyediakan hidangan jamba ala budaya Minangkabau untuk para tamu, sehinggga bisa dikenal di seluruh dunia melalui acara Gordon Ramsay.

“Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan pariwisata Tanah Datar karena Istano Basa Pagaruyung andalan Tanah Datar dan ikon Sumatera Barat,” jelas Ny. Emi Irdinansyah.

Reporter: Dajim      Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...