Tarwih Perdana di Batu Bagiriak, Kota Dingin Tanpa Salju

Tarwih Perdana di Batu Bagirik, Kota Dingin Tanpa Salju
Alahan Panjang, Suhanews. Dinginnya udara di Batu Bagiriak yang berada di Alahan Panjang dengan julukan kota dingin tanpa salju, tak surutkan semangat dan niat masyarakat untuk mengikuti salat Tarwih perdana, Ramadhan 1442 H.

Tarwih perdana, Senin (12/4) ini menjadi pembuka Qiamul Lail di Batu Bagiriak Jorong Galagah  kenagarian Alahan Panjang kec. Lembah Gumanti Kab. Solok untuk melaksanakan Sholat Tarwih perdana.

Hal ini terpantau oleh Suhanews sewaktu pulang kampung, semangat masyarakat yang akan melaksanakan Qiamul Lail di bulan Ramadhan dari tahun ke tahun tidaklah berubah, apalagi tahun ini pemerintah Republik Indonesia memberikan izin untuk melaksanakan kegaiatan malam Ramadhan terutama salat Tarwih, walau kondisi masih dalam belum stabil yaitu Covid-19.

BACA JUGA  112 Orang Penyuluh Agama Islam Honorer di Kab. Solok Terima SK Pengangkatan

Qiamul Lail yang di kunjungi oleh suhanews adalah Masjid Nurul Iman, tepatnya masjid yang berada di tengah-tengah Pondok Pesantren Dr.M.Natsir, disini terlihat sangat ramai di datangi generasi muda.

Kata sambutan dari pengurus masjid Nurul iman yang di wakili oleh Yonandi Febri adalah permintaan maaf dari jajaran pengurus dalam mengelola masjid selama 1 tahun ke belakang, marilah kita saling bermaaf maafan, semoga amal ibadah Ramadhan kita tahun ini di terima oleh Allah.

BACA JUGA  Covid-19 Kabupaten Solok, Total 5 Orang Meninggal, 101 Sembuh

Pengurus menghibau selama melaksanakan Tarwih tetap menjalankan Protokol kesehatan atas anjuran pemerintah pusat, selanjutnya pengurus juga menyampaikan kondisi bangunan masjid yang belum rampung, masih dalam kondisi pembanguan yang terbengakalai.

“Apalagi bangunan masjid di buat tingkat 2 (dua), untuk sekarang ini ujar pengurus, lantai 1 masih belum semua selesai di keramik, mudah”an bisa di keramik semua sehingga membuat nyaman kita beribadah,” tutup Yon.

Kegiatan selanjutnya Drs. Umar Husein ( Guru MTsN 3 Solok) menyampaikan ceramahnya dengan tema Marhaban Yaa Ramadhan. Nafsu di bagi atas 3 yakni Nafsu Amarah, dengan tanda-tandanya menghalalkan segala cara. Nafsu Lauhamah, mencampurkan halal dan haram dan Nafsu Mutmaimah, tidak mencampurkan halal dan Haram atau nafsu yang baik.

Salah satu cara untuk mengendalikan hawa nafsu adalah dengan melaksakan puasa, dan juga menahan segala sesuatu yang membatalkan puasa, yaitu mengendalikan seluruh anggota tubuh kita terutama, lidah, mata, tangan, telinga dan kaki, karena tubuh ini biasanya yang akan merusak puasa kita nantinya

reporter : Hendrik editor : Moentjak

Berita Terkait : Sidang Isbat Kemenag Tetapkan Awal Ramadhan pada 13 April 2021

Facebook Comments

loading...