Di Malampah Pasaman, Tim 113 RFS Bantu Penanganan Pasca Gempa

Tim 113 RFS Gelar Operasi Peduli di Malampah Pasaman
Malampah, SuhaNews – Tim 113 RFS yang beranggota personil Pemadam Kebakaran Kabupaten/Kota se Sumatera Barat menggelar operasi peduli penanganan pasca gempa di Malampah kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman.

Di Malampah Pasaman, Tim 113 RFS Bantu Penanganan Pasca Gempa 1

Tim dengan sandi nomor panggilan darurat Damkar 113 dan RFS (Rescue for Sumbar) ini sampai di Malampah sejak Sabtu (26/2) sehari pasca kejadian.

“Kita fokus pada evakuasi harta benda dan rumah masyarakat yang runtuh akibat gempa dan tertimbun akibat galodo yang terjadi uasai gempa Jumat (25/2) pagi,” ujar Yoserizal Alam Basa, sekeratris 113 RFS kepada SuhaNews Minggu (27/2) petang.

Diceritakannya, dalm melakukan operasi ini, personil 113 RFS menghadapi banyak rintangan. Selain kondisi lokasi yang jauh juga rumah-rumah masyarakat yang hancur akibat gempa.

“Bangunan ambruk menjadi tantangan buat tim agar dapat menyelamatkan harta yang masih bisa dipakai didalamnya, sementara bangunan yang masih berdiri kondisinya juga labil sehingga beresiko untuk dimasuki. Sehingga anggota tim harus ekstra hati-hati dalam bertugas,” ulas yoserizal.

Di Malampah Pasaman, Tim 113 RFS Bantu Penanganan Pasca Gempa 2

Yoserizal menuturkan, dalam melakukan aksi ini, pihaknya berkoordinasi dengan tim BPBD Kabupaten Pasaman, Aparat Kecamatan Tigo Nagari serta nagari Malampah dalam melakukan penangangan.

“Saat ini kami dari 113 RFS Sumbar yang berada di lokasi terdiri dari kabupaten Agam 6 orang, dari Kota Sawahlunto 5 orang, dari Kota Pariaman 3 orang, dari kabupaten Solok 2 orang dan dari kabupaten Pasaman 6 orang, serta Pemadam Pasaman, yang didampingi Pembina 113RFS Alek Youhendri Selaku Pembina 113RFS (Agam),” ulasnya.

Ditambahkannya, dalam melakukan misi kemanusiaan ini, anggota 113 RFS juga didukung oleh pimpinan dan kepala daerah masing-masing. “Setiap melakukan aksi, para anggita di dukung oleh pimpinan, karena selain tugas sosial ini juga ada tanggung jawab sebagai abdi negara yang tetap diemban untuk tugas jaga di posko masing-masing. Begitu juga dengan keberangkatan ini diukung oleh kepala daerah, seperti kami dari Kabupaten Solok yang dilepas oleh Bupati Epiyardi Asda,” tuturnya.

BACA JUGA  Polisi Bekuk Lelaki Beranjak Gaek di Subarang Koto Baru Karena Narkoba

Yoserizal yang juga Inisiator Atau pencetus Berdirinya organisasi Gabungan Pemadam Kebakaran Kota Dan Kabupaten Se Sumatra Barat 113 RFS ( Rescue For Sumbar ) dari Kab Solok menyebut, bahwa 113 RFS ini didirikan oleh para personil Damkar se Sumatera Barat sebagai bentuk solidaritas pada penangangan bencana sekaligus operasi bersama diluar tugas utama sebagai pemadam kebakaran. Ys|Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakKantor Kemenag Pasaman Barat Jadi Posko Pengungsian
Artikulli tjetërUjian Praktek Kelas IX, MTsN 2 Bukittinggi Gelar Pagelaran Seni