Tim Provinsi Nilai Inovasi TTG Posyantek Reflesia Jaya Bersama Koto Rantang

nilai
Palupuh, SuhaNews – Tim Penilai Provinsi Sumbar melakukan penilaian terhadap Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Raflesia Jaya Bersama Nagari Koto Rantang Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam, Selasa (7/6). 

Kabupaten Agam menjadi salah satu dari sembilan daerah yang lulus seleksi administrasi pada Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) unggulan tingkat Provinsi Sumbar.

Baca juga: Masuk 5 Besar Pilar Sosial Berprestasi, Yayasan Ibrahim Situjuah Batua Dinilai Dinas Sosial Sumbar

Kedatangan tim penilai yang dipimpin Fera Irawati disambut Bupati Agam, diwakili Asisten Administrasi Umum, Andri Naldi didampingi anggota DPRD Agam, Hendrizal, Edwar dan Syafril.

Terdapat 10 jenis inovasi TTG unggulan Posyantek Reflesia Jaya Bersama. Yaitu, penyiang gulma sawah, penangkap sinyal, pengupas pinang, rajut pembenihan, pengolah cairan efektif mikro organisme, pupuk organik POC, perontok gabah dari modifikasi sepeda motor, perontok gabah dari modifikasi mesin pemotong rumput, semprot racun otomatis menggunakan AKI bekas motor, gerobak motor serba guna, pengusir hama dengan bahan kaleng bekas dan alat bantu bayi berjalan.

“Karya ini merupakan sebuah alat manual menggunakan tenaga manusia (operator, red.) dalam mengoperasikannya,” kata Wali Nagari Koto Rantang Novri Agus Parta Wijaya.

Ia mengapresiasi pemerintah daerah yang secara berkelanjutan membina posyantek agar terus berkembang dan berkarya demi kesejahteraan masyarakat.

“Berkat dukungan pemerintah daerah dan kerjasama antar anggota, Posyantek Reflesia Jaya Bersama bisa berkarya membantu masyarakat Agam dan kami berharap temuan kami ini dapat berguna untuk masyarakat secara keseluruhan”, kata wali nagari.

Terbentuknya posyantek berdasarkan kesadaran bersama sejumlah masyarakat untuk melahirkan inovasi dalam rangka efesiensi pengelolaan pertanian dan perkebunan yang modern dan ramah lingkungan.

“Posyantek kita bentuk pada pertengahan 2019 dengan jumlah anggota sebanyak 13 orang,” ujar wali nagari yang juga sebagai anggota posyantek.

BACA JUGA  Kunjungi Kabupaten Solok, Ombudsman Sebut Pelayanan Sudah di Zona Kuning

Ketua Tim Penilai Fera Irawati, menyampaikan dalam penilaian Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) berprestasi pada 2022 kali ini ada 6 indikator penilaian dalam verifikasi lapangan, yaitu organisasi dan kelembagaan, kemandirian dana, pelatihan, pengembangan TTG dan penggunaan TTG oleh masyarakat.

Selain itu menurutnya, verifikasi ini juga didasari upaya dari pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan TTG yang bertujuan untuk melakukan percepatan pembangunan di wilayah perdesaan dan juga untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Ia berharap penilaian ini bukan hanya sekadar untuk mendapatkan penghargaan, mendapatkan prestasi, tetapi lebih untuk memotivasi masyarakat dan juga pengambil kebijakan bahwa TTG ini sangat bermanfaat dan perlu dikembangkan di setiap daerah.

Sementara itu, bupati menyatakan dukungannya atas penilaian TTG yang dilakukan pemerintah provinsi. Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen mendorong pembentukan Posyantek sebagai Implementasi Undang-undang nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Selain itu telah ada pula Peraturan Menteri Desa dan PDTT No. 23 Tahun 2017 tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa. Sehingga dari 16 kecamatan di Kabupaten Agam, sudah terbentuk 8 Posyantek kecamatan dan 32 Posyantek Nagari.

“Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah terletak di kawasan perbukitan yang sejuk dan subur. Oleh karena itu Nagari Koto Rantang sangat berpotensi dalam hal pertanian dengan komoditi utama yaitu padi, kopi, pinang, dan pisang,” jelas bupati.

Guna menunjang komoditi utama agar lebih produktif, lanjut bupati, para inovator anak Nagari Koto Rantang bergabung dalam sebuah Posyantek Raflesia Jaya Bersama Nagari Koto Rantang. Mereka mampu menciptakan inovasi-inovasi membuat produksi yang lebih efisien dan efektif.

Menurut bupati, dari inovasi posyanteknag Raflesia Jaya Bersama, beberapa inovasi tersebut sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Hal ini ditandai dengan dihadirkannya kelompok penerima manfaat pada acara penilaian tersebut.

BACA JUGA  Dirut RSUP M Djamil Padang Minta ODP Diisolasi

“Semoga adanya TTG ini menambah motivasi dan semangat bagi pengelola Posyanteknag Raflesia Jaya Bersama, pemeritah nagari, dan masyarakat luas untuk tetap berbuat yang terbaik bagi kepentingan masyarakat banyak,” pinta bupati. (Fin)

Baca juga: Tim Penilai Provinsi Nilai TP PKK Nagari Lubuk Basung

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakDinas Sosial Agam Seminarkan Sejarah Perang Kamang
Artikulli tjetërZiarah ke Khandaq, JCH Kab. Solok Saksikan Sisa Perjuangan Rasulullah dan Sahabat