spot_img

Valentine, Balimau dan Ramadhan

Valentine, Balimau dan Ramadhan

Oleh : Zulhafendi. SE, Pranata Humas Ahli Muda Kantor Kemenag Kabupaten Solok

Bulan Februari 2026 ini menjadi berbeda dari Februari-Februari sebelumnya, dipertengahan dalam waktu yang berdekatan kita akan dipertemukan oleh tiga momen. Valentine di tanggal 14 Februari, Balimau satu atau dua hari menjelang masuknya Ramadhan dan Awal Ramadhan yang jatuhnya pada tanggal delapan belas atau sembilan belas bulan ini.

Ketiganya adalah akar berbeda yang jarang bertemu dengan waktu berdekatan terutama Valentine yang dimaknai sebagai hari kasih sayang yang berasal dari budaya barat.

Balimau adalah budaya Minangkabau yang dilaksanakan tiap kali Ramadhan datang, merupakan sebuah tradisi menyucukan diri menyambut datangnya bulan suci

Sedangkan Ramadhan adalah syariah yang dalam Islam merupaman  bulan istimewa untuk menyucikan diri dengan memperbanyak ibadah, bahkan ibadah sunat pun nilainya sama dengan  ibadah wajib.

Mengutip wikipedia, sejarah Valentine bermula dari sebagai hari pesta Kristen yang menghormati satu atau dua martir Katolik bernama Santo Valentinus dan, melalui tradisi rakyat, menjadi perayaan Kasih sayang yang signifikan dalam budaya, agama, dan komersial di banyak bagian dunia.

Ada beberapa kisah martirdom yang diasosiasikan dengan berbagai santo Valentinus yang terkait dengan 14 Februari, termasuk catatan pemenjaraan Santo Valentinus di Roma karena melayani orang Kristen yang ditindas oleh Kerajaan Romawi pada abad ke-3.

Menurut tradisi kuno, Santo Valentinus mengembalikan penglihatan anak perempuan dari pemenjaranya. Penambahan-penambahan ke legendanya lebih mengaitkannya ke tema percintaan: pembubuhan legenda pada abad ke-18 mengkalim bahwa dia menulis surat ke anak perempuan pemenjaranya yang ditandatangani “Valentine-mu” sebagai pamitan sebelum eksekusi; salah satu tradisi lain menyatakan bahwa Santo Valentinus melaksanakan Sakramen pernikahan untuk prajurit Kristen yang ditentukan tidak boleh menikah.

BACA JUGA  Bundesliga: Hattrick Harry Kane Bawa Bayern Munchen Cukur Augsburg 3-0

Sakramen Gelasia (abad ke-8) mencatat perayaan Hari Raya Santo Valentinus pada 14 Februari. Hari ini dikaitkan dengan percintaan pada abad ke-14 dan 15 ketika gagasan cinta bahaduri berkembang, kelihatannya karena asosiasi dengan “burung cinta” pada awal musim semi. Di Inggris abad ke-18, kekasih mengekspresikan cintanya satu sama lain dengan memberikan bunga, kembang gula, dan mengirim kartu ucapan (dinamakan “valentine”).

Simbol modern Valentine antara lain termasuk sketsa hati, burung dara, dan figur Cupid bersayap. Sejak abad ke-19, sebagian kartu ucapan tulis tangan digantikan kartu ucapan yang diproduksi secara massal. Di Italia, Kunci Santo Valentinus diberikan ke kekasih “sebagai simbol percintaan dan ajakan untuk membuka hati pemberi”, dan anak untuk menangkal epilepsi (dinamakan Penyakit Santo Valentinus).

Tak ada catatan pasti kapan perayaan Valentine ini mulai dirayakan di Indonesia terutama oleh anak-anak muda, walau mereka tahu ini bukan asli Indonesia dan tidak sesuai dengan norma yang berlaku dan dianut terutama Ranah Minang dan Sumatera Barat, ini masih dilakukan sebagian remaja meski dengan cara sembunyi-sembunyi.

Balimau, merupakan budaya di sebagian besar daerah di kawasan Minangkabau yang dilakukan untuk menyambut Ramadhan. Dalam ritualnya, balimau adalah mandi menyucikan diri yang biasanya dilakukan di sungai, telaga atau danau dan kemudian ditutup dengan menyiramkan air limau ke tubuh. Hakikatnya untuk membersihkan diri dari salah dan dosa.

Air limau ini berasal dari irisan dan perasan jeruk adalah simbol dari media untuk membersihkan dosa yang sebenarnya adalah melaksanakan ibadah selama bulan Ramadhan. Limau yang dipakai biasanya jeruk nipis yang dapat melarutkan minyak atau keringat yang menempel di badan.

Karena datangnya sekali setahun, Balimau menjadi sebuah tradisi dan dilakukan di tempat umum secara bersama-sama. Namun dalam perkembangannya, ajang balimau dijadikan momen untuk pergi berduaan oleh anak-anak muda, yang berlanjut dengan mandi bersama, meski masih berpakaian atau tertutup.

BACA JUGA  Bupati Solok Ikuti Rapat Evaluasi SAKIP Bersama Kementerian PAN-RB

01409 balimau a

Hal ini tetap salah dan merupakan sebuah pelanggaran tata krama di budaya Minang apalagi menurut syaiat Islam yang jelas-jelas mengatur secara tegas tentang hubungan laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim.

Berbagai upaya yang dilakukan ulama, mubaligh untuk mencegah penyimpangan tradisi balimau ini. Namun menjadi tantangan dengan pengaruh perkembangan teknologi yang memberikan contoh budaya yang tidak sesuai dengan norma, namun tetap di adopsi oleh generasi muda sebagai perilaku yang membanggakan menurut mereka.

Dengan datangnya momen Valentine dan Balimau dalam waktu berdekatan menyambut bulan suci Ramadhan, menambah kerja keras kita dalam menegakan akidah dan menjaga budaya agar tetap berjalan sesuai fungsi dan niat saat nenek moyang kita dulu mencetuskannya.

Jangan sampai keistimewaan Ramadhan sebagai bulan pengampunan dengan banyaknya kesempatan beribadah untuk meningkatkan keimanan menuju ketaqwaan ternoda oleh perangai generasi muda mengamalkan budaya asing.

Jangan sampai kalah Lamang yang menjadi suguhan hantaran saat masuk Ramadhan kerumah Bako dan dunsanak, oleh manisnya coklat berbalut janji palsu yang menyesatkan bahkan menjerumuskan ke jurang maksiat.

Mari bergandengan tangan, saling mengingatkan agar Adat Sandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah tetap tegak di Ranah Minang bersama adat salingka nagarinya.

Baca Juga :

Facebook Comments

Google News