Walikota Sawahlunto, Deri Asta Jadi Narasumber Kota Layak Anak

walikota
Sawahlunto, SuhaNews – Walikota Sawahlunto Deri Asta menjadi narasumber di 3 media berbeda dalam sehari untuk membicarakan tentang Sawahlunto sebagai Kota Layak Anak.

Diawali sebagai pembicara pada kegiatan webinar bertajuk “Kabupaten/ Kota Layak Anak Mendukung Target RPJMN 2020-2024 untuk Penurunan Perokok Anak”. Dilanjutkan dengan menjadi narasumber dalam bincang siang di RRI Padang. Lalu menjadi narasumber dalam dialog khusus ‘Ranah Talk’ di Nagari TV.

“Kota Sawahlunto telah 3 tahun berturut-turut memperoleh predikat Nindya pada Kota Layak Anak,” ujar  Walikota Deri Asta, Kamis (12/8).

Baca juga: Walikota Sawahlunto, Deri Asta Lakukan Dialog dengan Tokoh Adat dan Tokoh Agama

Ini merupakan pengakuan dan apresiasi dari pemerintah pusat kepada Kota Sawahlunto dalam hal pemenuhan dan perlindungan hak-hak anak.

“Menjadikan Sawahlunto sebagai Kota Layak ini adalah menciptakan kota yang aman, nyaman dan baik dalam mengakomodasi berbagai kebutuhan anak,” ujar Deri Asta.

Salah satu misi Pemko Sawahlunto, jelas Deri Asta, yakni memberikan perlindungan dan bantuan khusus kepada kelompok marginal, yang di dalamnya termasuk anak-anak.

Kebijakan dan program yang telah dilaksanakan Pemko Sawahlunto dalam Kota Layak Anak ini, papar Walikota Deri Asta, antara lain telah adanya dasar hukum yakni regulasi yang sah dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Walikota (Perwako).

Regulasi yang menyangkut pada pemenuhan hak anak di Sawahlunto tambah Walikoyta, yakni tentang perlindungan perempuan dan anak (Perda Nomor 14 Tahun 2014), kawasan tanpa rokok (Perda Nomor 3 Tahun 2013), penyelenggaraan pendidikan inklusi (Perda Nomor 11 Tahun 2017).

Selanjutnya Pemberian ASI eklusif (Perda Nomor 1 Tahun 2016), pengarusutamaan gender dan ketahanan keluarga (Perda sedang menunggu evaluasi dari Gubernur Sumbar), dan larangan iklan rokok (Perwako Nomor 90 Tahun 2019).

BACA JUGA  Wako Hendri Septa Pantau Pelaksanaan Kurban di Padang

“Pemerintahan desa/kelurahan juga mengalokasikan minimal Rp10 juta/tahun untuk membantu kegiatan Forum Anak di desa/kelurahan tersebut,” ujar Walikota Deri Asta.

Identitas dan data legal kependudukan anak-anak di Sawahlunto, jelas Deri Asta, juga telah dipenuhi. Sudah 98 persen anak di Sawahlunto yang mempunyai akte kelahiran.

“Sawahlunto juga telah memiliki Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA), kemudian Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) yang telah tersertifikasi nasional yakni di Selat Karimata Kelurahan Pasar. Ada juga PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) untuk mendorong pengasuhan yang berkualitas,” kata Walikota Deri Asta.

Untuk memberikan perlindungan kepada anak, dilakukan melalui P2TP2A dibantu Satgas Perempuan dan Anak yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan.

“Ada dua inovasi dari Pemko Sawahlunto dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, yakni Sekolah Istri Teladan Sawahlunto (SILO) dan Sarasehan Calon Pengantin (SALON),” urai Deri Asta.

walikotaSILO dan SALON ini, jelasnya, merupakan upaya dalam memfasilitasi terbentuknya keluarga yang berkualitas sehingga memberikan dampak lahir dan tumbuhnya anak-anak yang sehat dan terlindungi serta terakomodasi hak-hak mereka.

Dalam acara di tiga kesempatan berbeda ini, Walikota Deri Asta didampingi Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PMD – PPA), Efriyanto dan Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Silvi Andriani, serta Kasi Perlindungan Anak, Nia Prima Shartika. (*)

Baca juga: Kota Pariaman Raih Penghargaan Kota Layak Tahun 2021 ketujuh Kalinya

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaBupati Agam, Andri Warman Dorong Para PNS Tingkatkan Pendidikan
Artikel berikutnyaLagi, Pasien Covid-19 Kota Solok Meninggal Dunia dan 7 Terkonfirmasi Positif