Warga Siberut Selatan Geluti Usaha Sarang Burung Walet

Warga Siberut Selatan Geluti Usaha Sarang Burung Walet
SuhaNews – Masyarakat di Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai kembangkani usaha sarang burung walet. Sepanjang jalan di kecamatan ini tampak bangunan tinggi dengan suara rekaman kicauan burung walet yang nyaring terdengar saat melewatinya.

Bertani sarang burung walet menjadi salah satu pilihan usaha yang banyak dilirik karena keuntungan yang bisa diraup bisa mencapai puluhan juta hingga ratusan juta bahkan miliaran rupiah.

Yusman BJM, salah seorang petani sarang burung walet di Siberut Selatan, mengatakan bahwa usaha di rumahnya baru dimulai beberapa bulan lalu, dan saat ini dia memiliki dua bangunan sarang burung walet.

“Awalnya sebenarnya kita mau membuat penginapan, namun karena beberapa pertimbangan, akhirnya kita memilih membuat sarang burung walet,” ujar Yusmanwarga Siberut Selatan, yang dilansir SuhaNewsr dari Mentwaikab.go.id Minggu (19/7).

Ia menuturkan bahwa pada bangunan sarang burung walet perlu menyiapkan dan mengatur kondisi ruangan yang membuat walet nyaman dan mau hinggap di sana.

Diantaranya, pengaturan cahaya, penyemprotan, settingan rekaman suara burung walet, pengaturan suhu atau kelembaban ruangan, membuat tempat menempelnya sirip walet, dan lainnya.

“Kadang datang. Prosesnya lama, kadang setelah sekira 4 tahun baru bisa panen sekian ons,” katanya.

Harga jual liur burung walet yang kaya manfaat dan fungsi, kata Yusman, sekira Rp10 juta per kilogram kepada pengumpul dari kota Padang.

“Kita sudah sempat panen dan baru mendapat setengah kilo sekali tiga bulan,” katanya.

Sementara kendala bertani sarang burung walet ia katakan adanya hama seperti tikus dan kecoak. (*/Wewe)

BACA JUGA :

Facebook Comments

BACA JUGA  Tahun Ajaran Baru, Mentawai Padukan Pembelajaran Tatap Muka dan Jarak Jauh
loading...
Artikel sebelumyaImbangi Roma 2-2, Inter Kembali ke Peringkat Dua Liga Italia
Artikel berikutnya12 ABK KM Kencana Bahari Yang Hilang Kontak di Siberut Utara Ditemukan Selamat