132 Hafiz Lahir di Bukittinggi, Syahadah Tahfiz Jadi “Tiket Emas” Menuju Masa Depan Gemilang

Bukittinggi, SuhaNews — Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Tahfiz MAN 2 Kota Bukittinggi yang digelar pada Kamis (09/04/2026). Sebanyak 132 siswa resmi menyandang gelar hafiz dan hafizah, menandai keberhasilan program tahfiz yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam membentuk generasi Qur’ani yang berkarakter.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi H. Eri Iswandi, Kasi Pendidikan Madrasah, Aldy Heko Putra, jajaran komite madrasah, para kepala madrasah se-Kota Bukittinggi, serta undangan lainnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan instansi vertikal dalam mendukung pendidikan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an.

Kepala MAN 2 Kota Bukittinggi, Amri J dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi kunci dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.

 

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran besar para guru pembimbing dan orang tua yang senantiasa mendampingi siswa dalam proses menghafal Al-Qur’an. Ini adalah kerja bersama yang patut kita banggakan,” ujarnya.

Prestasi tahun ini semakin membanggakan dengan capaian luar biasa dari Dina Zahira Rosman yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz secara sempurna. Ia menjadi simbol ketekunan dan dedikasi generasi muda dalam menjaga Kalamullah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Eri Iswandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberhasilan para hafiz dan hafizah merupakan aset berharga, tidak hanya bagi madrasah, tetapi juga bagi masyarakat luas.

“Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, para penghafal Al-Qur’an memiliki peran strategis. Mereka adalah penjaga nilai-nilai moral dan spiritual di tengah perubahan zaman,” ungkapnya.

BACA JUGA  Diresmikan Kakanwil, MAN 2 Bukittinggi Miliki Perpustakaan Digital

 

Ia juga menekankan bahwa syahadah tahfiz kini memiliki nilai lebih sebagai “tiket emas” untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengingat banyak perguruan tinggi negeri membuka jalur khusus bagi para hafiz.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan rasa bangga dan haru atas capaian para siswa. Ia menilai bahwa keberhasilan menghafal Al-Qur’an di era modern merupakan prestasi luar biasa.

“Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, kemampuan para siswa menghafal Al-Qur’an adalah sebuah keajaiban yang patut diapresiasi. Kalian bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi juga penjaga keberkahan bagi kota ini,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa menghafal Al-Qur’an bukan sekadar kemampuan kognitif, tetapi merupakan perjalanan spiritual yang akan membawa manfaat besar dalam kehidupan.

“Al-Qur’an akan menjadi penolong (syafaat) bagi mereka yang dekat dengannya. Maka jagalah hafalan ini, karena inilah bekal terbaik untuk masa depan,” pesannya.

Melalui wisuda tahfiz ini, MAN 2 Kota Bukittinggi kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang konsisten melahirkan generasi Qur’ani yang siap menghadapi tantangan zaman dengan bekal iman, ilmu, dan akhlak mulia. (Syafrial)

BErita Terkait :

Facebook Comments

Google News