279 JCH Tanah Datar Ikuti Sosialisasi KMA 494/2020 oleh Kemenag dan Pemkab

184
2020
Sosialisasi KMA 494/2020 tentang pembatalan keberangkatan jamaah calon haji tahun 2020 di masjid Al Amin Pagaruyung
Batusangkar, SuhaNews. Sebanyak 279 jamaah calon haji (JCH) asal Kab. Tanah Datar mengikuti sosialisasi Keputusan Menteri Agama RI Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan pelaksanaan Ibadah Haji tahun 2020 M/1441 H. Pertemuan ini berlangsung Rabu (1/7/2020) di Masjid Nurul Amin Pagaruyung.

KMA 494 tahun 2020 ini sendiri berisi keputusan pembatalan keberangkatan haji untuk tahun 1441 H / 2020 M ini yang diambil terkait wabah Covid-19 yang melanda dunia, termasuk Arab Saudi selaku lokasi pelaksanaan ibadah ini.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tanah Datar menggelar Sosialisasi Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 kepada 263 Jemaah Calon Haji dan 16 orang cadangannya, Rabu (1/7/2020) di Masjid Nurul Amin Pagaruyung.

Kepala Kantor Kemenag Tanah Datar Syahrul di kesempatan itu menyampaikan, penundaan yang didasarkan keputusan Kemenag RI ini tanpa terkecuali bagi warga Indonesia.

“Dalam keputusan Menag Agama RI, tahun 1441 H/2020 M ini tidak ada keberangkatan warga untuk menunaikan Ibadah Haji karena Covid-19 dan karena Arab Saudi masih menutup akses jamaah haji bagi negara manapun, sehingga terbitlah keputusan ini,” ujar Syahrul.

Syahrul menjelaskan, keputusan Menag RI ini tidak hanya berlaku bagi jemaah calon haji yang menggunakan kuota haji pemerintah, baik reguler dan khusus, tetapi juga visa haji mujamalah atau undangan dan visa khusus yang diterbitkan Pemerintah Arab Saudi.

“Jadi tahun ini memang ditutup untuk pelaksanaan ibadah haji, namun Insya Allah penundaan ini ada hikmah di baliknya, mari kita berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT, sehingga segala hambatan dan halangan tidak ada lagi, sehingga ibadah Haji bisa dilaksanakan tahun depan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Kesra H. Afrizon yang mewakili Bupati Tanah Datar menyampaikan, dari pelaksanaan sosialisasi di hari kemarin dan hari ini bisa dilihat 90% merasa kecewa dan sedih karena tidak jadi berangkat di tahun 1441 H ini.

“Manusia mempunyai rencana, Allah SWT juga mempunyai rencana yang terbaik bagi hamba-Nya, jadi percayalah ada hikmah dibalik penundaan keberangkatan ini,” sampainya.

“Sengaja saya pakai kata undur, karena keberangkatan para jemaah calon haji memang diundur atau ditunda bukan dibatalkan,” tambah H. Afrizon.

“Insya Allah, Bapak/Ibu hanya diundur keberangkatan sampai tahun depan. Pembatalan dilakukan kalau Bapak/Ibu mengambil dana yang telah disetorkan untuk biaya haji ini, sehingga kuota Bapak/ibu otomatis hilang pada kuota pemerintah,” ujarnya.

Afrizon juga berharap, jemaah calon haji yang diundur keberangkatan jangan sampai terpengaruh atas isu dan berita yang tersebar di media sosial.

2020

“Ada isu yang menyebutkan dana ibadah haji terpakai untuk biaya pembangunan atau bayar utang. Itu semua tidak benar, percayalah dana ibadah haji yang Bapak/ibu bayar aman dan dijaga, sebagai buktinya kalau Bapak/ibu mengambil dana itu maka dana tersedia, jadi jangan risau namun tetap jaga hati dan kesehatan agar tahun depan bisa menunaikan rukun Islam kelima,” tukas Afrizon.

Di kesempatan lainnya, Calon Jamaah Haji (CJH) warga Baringin Kecamatan Lima Kaum yang berprofesi sebagai dokter juga menyampaikan sedikit rasa kecewanya.

“Tentu ada rasa kecewa dan sedih terbersit dihati, karena sudah mendaftar 9 tahun lalu dan direncanakan berangkat tahun ini tapi batal. Namun tentu pembatalan atau pengunduran ini sudah dikaji mendalam pemerintah tentu ada baiknya, terutama terhadap situasi pandemi Covid-19 yang mewabah,” ujarnya.

Secara pribadi, dia mengaku sabar dan ikhlas dan tetap semangat untuk menunggu jadwal keberangkatan tahun 1442 H mendatang.

“Insya Allah, saya tetap semangat untuk berhaji tahun depan dengan terus jaga kesehatan dan peningkatan amal ibadah,” tukasnya.

reporter : DAJIM editor : WEWE

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...